Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prosesi Pemakaman Terbesar, Ribuan Warga Gaza Salatkan 112 Jenazah Korban Kebrutalan Israel
Advertisement . Scroll to see content

Pemukim Yahudi Serang Gereja di Yerusalem, Pemuka Agama Kristen Protes Keras

Rabu, 05 Agustus 2026 - 12:30:00 WIB
Pemukim Yahudi Serang Gereja di Yerusalem, Pemuka Agama Kristen Protes Keras
Sekelompok pemukim Yahudi menyerang gereja kuno Armenia St James di Kota Tua, Yerusalem (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

TEL AVIV, iNews.id - Sekelompok pemukim Yahudi menyerang gereja kuno Armenia St James di Kota Tua, Yerusalem. Sejauh ini polisi Israel menangkap enam orang yang terlibat serangan tersebut.

Ironisnya, lima orang yang ditangkap adalah anak di bawah umur. Mereka terekam video menggedor pintu masuk lalu meludahi gereja pada Minggu (2/8/2026) malam kemudian melempari batu.

Serangan itu direkam seorang perempuan Armenia yang tinggal di sekitar lokasi. Menyadari aksi mereka direkam, kelompok tersebut menyerang tempatnya menginap dengan melempar batu.

Polisi menangkap keenam pelaku, tiga di antaranya dijatuhi hukuman dilarang memasuki Kota Tua selama 15 hari. Polisi juga meminta pengadilan Yerusalem untuk memperpanjang penahanan tiga tersangka lainnya.

Patriarkat Armenia mengajukan laporan resmi dan meminta Duta Besar AS Mike Huckabee untuk mendesak Israel agar mengakui insiden tersebut sebagai kejahatan kebencian.

Insiden ini merupakan yang terbaru dari gelombang serangan terhadap umat  Kristen, pendeta, dan bangunan gereja di Yerusalem. 

Sejumlah pemimpin Kristen mengatakan, para imam dan peziarah kerap diludahi, diejek, dan diserang kelompok Yahudi ultra-Ortodoks serta nasionalis radikal.

Para pengamat Israel mengatakan, kelompok ekstremis semakin berani sejak pemerintahan sayap kanan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu serta para pejabat seperti Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir berkuasa.

Dalam wawancara radio pada 2017, Ben Gvir membela tindakan meludahi pendeta dan gereja dengan menyebutnya sebagai tradisi Yahudi kuno. Bahkan dia mempertanyakan mengapa praktik tersebut dianggap sebagai kejahatan. 

Pernyataan itu dia ulangi pada 2023, meludahi orang Kristen bukan perbuatan kriminal.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut