Penasihat Trump Klaim Ekonomi AS Tak Terpengaruh Perang Iran: Kita Punya Banyak Minyak!
WASHINGTON, iNews.id - Penasihat ekonomi Presiden Amerika Serikat (AS), Kevin Hassett, mengklaim ekonomi negaranya tidak terdampak perang di Timur Tengah. AS juga telah menggelontorkan dana besar untuk operasi militer melawan Iran.
Dia menegaskan kondisi ekonomi AS tetap stabil meski konflik terus berlangsung.
Dalam wawancara dengan program 'Face The Nation' di stasiun televisi CBS, Minggu (15/3/2026), Hassett mengatakan pasar keuangan sudah mengantisipasi dampak konflik tersebut sehingga tidak memicu krisis ekonomi di dalam negeri. Menurut dia, bahkan harga energi di pasar berjangka masih relatif rendah dibandingkan kekhawatiran masyarakat tentang kenaikan harga bahan bakar.
“Amerika tidak akan mengalami kerugian ekonomi akibat tindakan Iran,” kata Hassett.
Fitnah Iran, AS Bikin Drone 'Lucas' Mirip Shahed untuk Serang Negara-Negara Arab
Pernyataan itu muncul di tengah laporan bahwa AS telah menghabiskan sekitar 12 miliar dolar AS atau sekitar Rp204 triliun selama 2 pekan perang melawan Iran, sejak serangan pertama bersama Israel pada 28 Februari.
Hassett mengungkapkan angka tersebut saat diwawancarai oleh pembawa acara Margaret Brennan. Dia mengonfirmasi data terbaru yang diterimanya setelah Brennan menanyakan apakah Washington telah menghabiskan sekitar 5 miliar dolar hanya pada pekan pertama operasi militer.
Presiden Pezeshkian Ngadu ke Macron: AS Gunakan Wilayah Negara Arab untuk Serang Iran