Pencalonannya sebagai PM Ditentang Raja, Ini Reaksi Putri Thailand

Nathania Riris Michico ยท Sabtu, 09 Februari 2019 - 16:13 WIB
Pencalonannya sebagai PM Ditentang Raja, Ini Reaksi Putri Thailand

Putri Thailand Putri Ubolratana Rajakanya Sirivadhana Barnavadi. (AP: Kin Cheung)

BANGKOK, iNews.id - Putri Ubolratana Rajakanya Sirivadhana Barnavadi (67) angkat suara setelah pencalonan dirinya sebagai perdana menteri negara itu mendapat tentangan dari saudara laki-lakinya yang merupakan Raja Thailand.

Dalam sebuah postingan di Instagram, Sabtu (9/2/2019), sang putri mengucapkan terima kasih kepada para pendukung atas cinta dan kebaikan mereka selama satu hari terakhir dan dukungan mereka untuknya.

Namun, dia tidak mengomentari soal pencalonannya maupun sikap Raja Thailand yang menentang pencalonannya.

"Saya ingin mengatakan sekali lagi bahwa saya ingin melihat Thailand bergerak maju, dikagumi dan diterima oleh negara-negara internasional, ingin melihat semua orang Thailand memiliki hak, kesempatan, kehidupan yang baik, kebahagiaan bagi semua orang," katanya, sambil memberikan tagar #Akucintakamu, seperti dilaporkan Reuters, Sabtu (9/2/2019).

Putri Ubolratan dicalonkan menjadi perdana menteri oleh Partai Raksa Chart yang setia kepada mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra dalam pemilu 24 Maret mendatang. Dia akan berhadapan dengan Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha, yang juga kepala militer ketika memimpin kudeta 2014 dan sekarang memimpin junta yang berkuasa.

Namun pencalonan Putri Ubolratan ditentang oleh Raja Thailand Maha Vajiralongkorn, menyebut terjun ke dunia politik melanggar tradisi kerajaan dan semangat konstitusi.

Thailand menjadi monarki konstitusional sejak 1932, namun keluarga kerajaan memiliki pengaruh besar.

Menanggapi hal itu, Partai Raksa Chart membatalkan acara kampanye yang direncanakan, tetapi para pemimpin partai tidak akan mengomentari sikap oposisi raja.

Putri Ubolratana melepaskan gelar kerajaannya pada 1972 ketika menikah dengan seorang warga Amerika Serikat (AS), sesama mahasiswa di Massachusetts Institute of Technology (MIT), Peter Jensen. Dia tinggal di AS selama lebih dari 26 tahun sebelum mereka bercerai pada 1998.


Editor : Nathania Riris Michico