Penegak Hukum Texas Dinilai Lambat Serbu Pelaku Penembakan di SD
HOUSTON, iNews.id - Polisi Texas dinilai lambat menyerbu ke dalam gedung sekolah dasar dimana pelaku penembakan massal berada. Petugas dengan senjata lengkap hampir satu jam berada di lorong sebelum melakukan penyergapan dan menembak mati pelaku.
“Tentu saja itu bukan keputusan yang tepat. Itu keputusan yang salah, titik," kata direktur Departemen Texas Keamanan publik, Kolonel Steven McCraw, Jumat (27/5/2022).
McCraw menambahkan, kepala departemen kepolisian distrik sekolah di Uvalde, Texas, percaya pada saat itu, pelaku Salvador Ramos dibarikade di dalam. Sehingga anak-anak tidak lagi dalam bahaya. Tindakan itu memberikan waktu kepada polisi untuk bersiap.
Sebelumnya, dilaporkan siswa SD delapan kali melakukan panggilan darurat ke 911. Setidaknya dua anak melakukan beberapa panggilan darurat dari dua ruang kelas empat yang bersebelahan.
Tragis, Suami Guru SD yang Tewas dalam Penembakan di AS Meninggal saat Menyiapkan Pemakaman
Panggilan terjadi pada 12:03, setengah jam setelah Ramos pertama kali memasuki gedung. Pada 12:50, ketika agen Patroli Perbatasan dan polisi menyerbu masuk dan menembak mati pelaku.
Seorang siwa tidak disebut namanya menelepon 911 pada 12:16. Dia mengatakan masih ada delapan sampai sembilan siswa yang masih hidup. Tiga tembakan terdengar selama panggilan yang dilakukan pada pukul 12:21.
Gadis lain melakukan panggilan pertama memohon kepada operator untuk "kirim polisi sekarang" pada pukul 12:43. Panggilan kembali dilakukan empat menit kemudian.
"Petugas masuk tiga menit setelah panggilan terakhir itu ketika tim taktis menggunakan kunci petugas kebersihan untuk membuka pintu kelas yang terkunci," katanya.
"Ada sebanyak 19 petugas di lorong pada 12:03, ketika panggilan 911 pertama dari dalam kelas diterima," kata McCraw.
Penembakan brutal terjadi di Amerika Serikat (AS). Seorang pria 18 tahun menembaki orang-orang di Sekolah Dasar (SD) Robb, Texas, Selasa (24/5/2022). Total korban tewas mencapai 19 siswa dan dua orang dewasa.
Gubernur Texas Greg Abbott mengatakan pelaku tewas dibunuh oleh polisi yang segera tiba ke tempat kejadian begitu mendapat laporan. Dua dari tiga polisi yang merespons panggilan itu terkena tembakan, meski hanya mengalami luka ringan.
Dia menambahkan, pelaku datang ke lokasi menggunakan kendaraan dan langsung masuk ke SD Robb sambil memegang pistol. Menurut Abbott, Ramos diduga juga membawa senapan.
Presiden Joe Biden memerintahkan warga untuk mengibarkan bendera setengah tiang sampai 28 Mei. Hal itu sebagai bentuk belasungkawa atas tragedi itu.
Editor: Umaya Khusniah