Peneliti Inggris Latih Anjing Pelacak untuk Mencium Bau Virus Corona
LONDON, iNews.id – Sekelompok peneliti di Inggris mencoba melatih anjing secara khusus untuk melihat apakah hewan itu dapat mencium bau virus corona (Covid-19) pada orang-orang yang terinfeksi. Para peneliti itu berasal dari Sekolah Ilmu Kesehatan dan Pengobatan Tropis London (LSHTM), Universitas Durham, dan Organisasi Anjing Pelacak Medis.
LSHTM menyatakan pada akhir bulan lalu bahwa mereka secara intensif melatih sejumlah anjing untuk mencium keberadaan virus Covid-19 pada manusia, bahkan yang pada pengidap yang asimptomatik (tanpa menunjukkan gejala). Lembaga itu juga mengklaim dapat menyiapkan hasil penelitian tersebut dalam enam minggu untuk membantu menyediakan diagnosis yang cepat dan noninvasif kepada pemerintah.
Para peneliti meyakini, anjing-anjing itu dapat melengkapi pengujian yang sedang berlangsung dengan menyaring virus secara akurat dan cepat, berpotensi melakukan triase hingga 250 orang per jam.
“Penelitian kami sebelumnya menunjukkan bahwa anjing dapat mendeteksi bau dari manusia dengan infeksi malaria dengan akurasi sangat tinggi, di atas standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk keperluan diagnostik,” ujar Kepala Departemen Pengendalian Penyakit LSHTM, Profesor James Logan, dilansir Alarabiyah, Rabu (22/4/2020).
Remaja Cantik di Inggris Bunuh Diri karena Stres Tak Bisa Kuliah akibat Lockdown
“Ini adalah hari-hari awal untuk (mencari metode baru) pendeteksian bau Covid-19. Kita tidak tahu apakah Covid-19 memiliki bau tertentu, tetapi kita tahu bahwa penyakit pernapasan lainnya mengubah bau tubuh kita sehingga ada kemungkinan itu terjadi. Dan jika berhasil, anjing akan dapat mendeteksinya. Alat diagnostik baru ini dapat merevolusi respons kita terhadap Covid-19,” tuturnya.
Anjing untuk mencari pengidap Covid-19 akan dilatih dengan cara yang sama, yakni seperti anjing pelacak yang sudah dilatih untuk mendeteksi penyakit seperti kanker, parkinson, dan infeksi bakteri. Hewan pemilik nama latin Canis lupus itu akan mengendus sejumlah sampel di ruang pelatihan dan menunjukkan mana dari sampel-sampel itu yang mengandung penyakit atau infeksi.
Mereka juga dapat mendeteksi perubahan suhu kulit, sehingga mereka juga berpotensi mengetahui apakah seseorang mengalami demam. CEO dan pendiri Organisasi Anjing Pelacak Medis, Dr Claire Guest mengatakan, pada prinsipnya, dia dan timnya yakin bahwa anjing dapat mendeteksi Covid-19.
Karena itulah, penelitian yang dia pimpin sekarang ini berusha mencari cara bagaimana para tenaga medis maupun petugas pemerintah dapat dengan aman menangkap bau virus dari pasien dan menyajikannya kepada anjing.
“Tujuannya agar anjing dapat menyaring siapa pun, termasuk mereka yang tidak menunjukkan gejala dan memberi tahu kami apakah mereka perlu diuji. Penyaringan dengan metode ini akan berlangsung cepat, efektif, noninvasif, serta memastikan sumber daya pengujian NHS (Layanan Kesehantan Nasional Inggris) terbatas hanya digunakan di mana mereka benar-benar diperlukan,” ungkap Guest.
Sementara, Profesor Steve Lindsay dari Universitas Durham mengatakan, jika penelitian ini berhasil, aparat dapat menggunakan anjing pendeteksi Covid-19 di bandara pada akhir epidemi untuk mengidentifikasi orang yang membawa virus dengan cepat. “Ini akan membantu mencegah kemunculan kembali penyakit setelah kita mengendalikan epidemi saat ini,” klaimnya.
Editor: Ahmad Islamy Jamil