Penelitian: Pandemi Covid-19 Berpotensi Picu Tingginya Kematian akibat Penyakit Menular Lain
JAKARTA, iNews.id - Sebuah penelitian menyatakan Covid-19 menyebabkan penanganan penyakit mematikan seperti HIV, TBC dan malaria terganggu. Situasi ini dikhawatirkan bakal meningkatkan mortalitas di negara-negara miskin hingga ratusan ribu jiwa.
Penelitian dilakukan Imperial College London yang diterbitkan dalam jurnal kesehatan Lancet Global Health mengamati empat skenario kebijakan berbeda yang mempengaruhi penyebaran Covid-19.
Mereka kemudian memasukkan model penularan HIV, TBC, dan Malaria untuk memperkirakan dampak pada layanan kesehatan dalam berbagai skenario selama lima periode lima tahun di negara berpenghasilan rendah.
Hasilnya, dampak terbesar diproyeksikan berasal dari penghentian obat anti-retroviral bagi mereka pengidap HIV. Di sebagian Afrika Selatan, kebijakan tersebut berpotensi menyebabkan angka kematian lebih tinggi 10 persen daripada mortalitas yang disebabkan oleh Covid-19.
Dalam skenario terburuk, screening dan pengobatan untuk Tubercolosis--yang masih tercatat sebagai pembunuh menular terbesar di dunia--memperlihatkan kenaikan angka kematian hingga 20 persen di negara-negara bagian selatan Afrika.
Sedangkan kematian akibat Malaria diprediksi meningkat hingga 36 persen. Ini terkait dengan penghentian kampanye penggunaan kelambu untuk mencegah gigitan nyamuk yang kini terdistraksi oleh program penanganan Covid-19.
Meskipun penelitian tersebut masih proyeksi, tim peneliti menekankan sangat penting bagi pemerintah untuk memastikan bahwa orang yang hidup dengan tiga penyakit mematikan tersebut harus mendapatkan akses diagnosis dan perawatan di tengan pandemi Covid-19.
"Di negara-negara dengan beban malaria yang tinggi dan epidemi HIV serta Tubercolosis yang besar dan gangguan jangka pendek lainnya memiliki konsekuensi mematikan bagi jutaan orang yang bergantung pada program pengendalian dan pengobatan," kata Timothy Hallet, anggota peneliti yang dikutip dari AFP, Selasa (14/7/2020).
Anggota peneliti lainnya, Alexandra Hogan mengatakan pandemi Covid-19 berisiko merusak skenario yang dibuat dalam mengontrol malaria dalam beberapa dekade terakhir.
"Tindakan pencegahan rutin harus diprioritaskan, memastikan kampanye distribusi kelambu dan perawatan seperti distribusi obat massal dipertahankan," ujar Hogan.
HIV, TBC, dan Malaria merenggut hampir tiga juta orang setiap tahun di negara-negara miskin maupun berkembang meskipun ada pengobatan yang murah dan efektif.
Editor: Arif Budiwinarto