Penembak Pesawat MH17 Terungkap, Uni Eropa Perpanjang Sanksi Ekonomi ke Rusia
BRUSSELS, iNews.id - Uni Eropa memberikan tekanan baru terhadap Rusia dengan memperpanjang hukuman sanksi ekonomi terkait tragedi jatuhnya pesawat Malaysian Airlines MH17.
Uni Eropa menuntut Rusia bekerja sama dengan hasil penyelidikan Belanda yang mengungkap bahwa tiga warga yang berasal dari negara pimpinan Vladimir Putin itu menjadi dalang jatuhnya pesawat MH17.
Sebanyak 28 pemimpin blok juga memberikan peringatan keras terhadap Kremlin terkait langkahnya untuk mempermudah warga Ukraina yang tinggal di daerah yang memisahkan diri di wilayah timur Ukraina untuk mendapatkan paspor Rusia.
Penyelidik internasional pada Rabu (19/6/2019) mendakwa tiga orang Rusia dan seorang warga Ukraina atas tuduhan pembunuhan terkait jatuhnya MH17 pada 2014, di mana 298 orang tewas.
Kasus Jatuhnya Pesawat MH17, Kerabat Korban: Putin yang Bertanggung Jawab!
Mereka akan diadili di Belanda pada Maret tahun depan.
Pada pertemuan puncak di Brussels, para pemimpin Uni Eropa menyambut dakwaan atas jatuhnya pesawat, yang ditabrak oleh rudal saat terbang dari Amsterdam ke Kuala Lumpur.
Bantah Tembak Jatuh Pesawat MH17, Rusia: Tuduhan Tak Berdasar
"Dewan Eropa menegaskan kembali dukungan penuh untuk semua upaya untuk membangun kebenaran, keadilan, dan pertanggungjawaban bagi para korban dan kerabat mereka berikutnya," kata para pemimpin itu, dalam kesimpulan resmi KTT mereka, seperti dilaporkan AFP, Jumat (21/6/2019).
"(Dewan) meminta Rusia untuk bekerja sama sepenuhnya dengan investigasi yang sedang berlangsung, dan menyatakan keyakinan penuhnya pada independensi dan profesionalisme prosedur hukum yang ada di depan."
Penyelidik Ungkap 4 Tersangka Jatuhnya Pesawat MH17, Ini Identitasnya
Seruan itu muncul setelah Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo bersikeras bahwa Rusia harus memastikan mereka yang dituntut atas insiden itu menerima hukuman.
Editor: Nathania Riris Michico