Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Trump Kembali Ancam Iran: Sesuatu Sangat Buruk Akan Terjadi!
Advertisement . Scroll to see content

Penembakan di Sinagog Yahudi Pittsburgh, Banyak Korban Berusia Lanjut

Senin, 29 Oktober 2018 - 09:39:00 WIB
Penembakan di Sinagog Yahudi Pittsburgh, Banyak Korban Berusia Lanjut
Warga berdatangan ke Sinagoga Tree of Life untuk mendoakan dan memberikan penghormatan kepada korban penembakan. (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

PITTSBURGH, iNews.id - Pihak berwenang di Pittsburgh, Amerika Serikat (AS), mengumumkan nama-nama dari 11 orang yang dibunuh di sinagoga Yahudi, Sabtu (27/10). Peristiwa penembakan itu disebut sebagai serangan terburuk terhadap komunitas Yahudi dalam sejarah AS.

Korban termuda berusia 54 tahun bernama David Rosenthal. Dia meninggal dunia bersama kakaknya, Cecil Rosenthal (59). Korban meninggal dunia paling tua adalah seorang nenek, Rose Mallinger (97).

Ada pula pasangan suami istri, Sylvan Simon (86) dan Bernice Simon (84).

Ketua Federasi Yahudi Pittsburgh, Jeff Finklestein, mengatakan pihaknya akan melakukan apa saja yang bisa dilakukan untuk membantu keluarga yang terdampak.

"Ini merupakan saat yang sangat buruk bagi komunitas Yahudi dan khususnya bagi keluarga yang terdampak, dan faktanya benar-benar nyata begitu kita mendengar nama-nama mereka," kata Finklestein, seperti dilaporkan BBC, Senin (29/10/2018).

"Kita akan melakukan apa saja yang mungkin dilakukan untuk membantu keluarga korban, kita sedang melakukan langkah itu. Kita mendampingi mereka dan membantu komunitas Yahudi di Pittsburgh melewati peristiwa ini."

Presiden AS Donald Trump menyatakan, penembakkan yang dilakukan di sinagoga di Pittsburgh menunjukkan bahwa AS perlu kembali menerapkan hukuman mati.

"Kalau ada orang yang melakukan (kejahatan) ini, mereka harus mendapat hukuman mati," kata Trump.

"Siapa pun yang melakukan hal seperti ini terhadap orang-orang di kuil atau di gereja, mereka harus mendapat ganjaran yang pantas. Mereka harus mendapatkan hukuman yang setimpal," tegasnya.

Hukuman mati di AS merupakan masalah negara bagian masing-masing. Ada 20 negara bagian yang sudah menghapuskan hukuman mati, dan 30 negara bagian yang masih memberlakukannya, termasuk Pensylvania, negara bagian yang menjadi lokasi penembakan sinagoga ini.

Tercatat, sebanyak 11 orang meninggal dunia dan dua luka parah akibat serangan itu.

Tersangka diidentifikasi sebagai Robert Bowers (46), yang digambarkan sebagai seorang pria kulit putih berjenggot.

Empat petugas polisi juga terluka dalam baku tembak dengan pelaku serangan yang terjadi di sinagoga Tree of Life Congregation di Squirrel Hill tersebut. Tersangka pelaku terluka dan kini dirawat di rumah sakit.

Trump menyebut peristiwa ini tindakan jahat pembunuhan massal. Dia juga menyebut pelaku adalah seorang 'maniak.'

"Bahwa hal (penembakan masal) seperti ini terjadi lagi dan lagi, sejak bertahun-tahun, sungguh tak bisa diterima."

Namun Trump menyangkal kejadian ini terkait dengan longgarnya aturan tentang pemilikan senjata.

Dia mengatakan, "Andai saja ada penjaga bersenjata di dalam sinagoga, mereka akan bisa menghentikan (penyerang itu)".

Sebaliknya, pendahulunya, Barack Obama menyentil soal longgarnya izin senjata.

"Kita tidak boleh lagi membuat orang yang ingin melukai orang lain, mendapat kemudahan untuk mendapatkan senjata," cuit Obama.

Sejauh ini pihak berwenang memperlakukan peristiwa ini sebagai kejahatan kebencian.

Anti-Defamation League, organisasi Yahudi yang memerangi sikap anti Semit juga turut mengecam tragedi itu.

"Kami meyakini ini merupakan serangan paling mematikan terhadap komunitas Yahudi dalam sejarah Amerika Serikat."

Editor: Nathania Riris Michico

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut