Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Purbaya Ungkap Restrukturisasi Proyek Kereta Cepat Whoosh Rampung, Segera Diumumkan
Advertisement . Scroll to see content

Penemuan Daging Busuk di Kantin Sekolah Elite Picu Amarah Publik China

Senin, 18 Maret 2019 - 06:12:00 WIB
Penemuan Daging Busuk di Kantin Sekolah Elite Picu Amarah Publik China
Roti yang kedaluwarsa termasuk dari makanan yang ditemukan di dapur kantin sekolah. (Foto: supplied/bbc)
Advertisement . Scroll to see content

BEIJING, iNews.id - Salah satu sekolah menengah paling bergengsi di China menjadi sasaran kemarahan publik setelah tumpukan makanan berjamur yang kedaluwarsa ditemukan di dapur kantinnya.

Roti berjamur dan daging busuk ditemukan di Sekolah Menengah Chengdu No 7.

Kepada BBC, salah satu orangtua mengatakan makanan itu "bau dan menjijikkan" dan membandingkannya dengan kotoran babi.

Pihak sekolah sudah meminta maaf seraya mengatakan sangat malu dengan kejadian tersebut.

Skandal keamanan pangan tidak jarang terjadi di China dan mereka sering membuat pihak berwenang berjuang untuk meredakan kemarahan publik.

Bagaimana skandal makanan busuk ini bermula?

Skandal itu pertama kali muncul pada Senin (11/3), ketika sekelompok orangtua diundang untuk menghadiri acara penanaman pohon di sekolah tersebut, yang berada di ibu kota Provinsi Sichuan.

Ketika di sekolah, sekelompok orangtua menemukan roti berjamur, daging, serta boga bahari yang busuk di dapur kantin.

Tidak jelas mengapa mereka memilih untuk mampir ke dapur, namun satu orangtua yang berbicara kepada wartawan BBC, Lulu Luo, merujuk sebuah insiden awal November lalu di mana banyak anak sekolah menderita sakit perut, sembelit, dan berbagai penyakit lainnya.

Apa yang tampak seperti makanan laut dan daging terlihat di kotak kardus

"(Benda-benda itu terlihat seperti) berada di lemari es selama bertahun-tahun, (itu) tampak seperti daging zombie," kata seorang ayah, yang putri dan putranya yang terdaftar sebagai siswa di sekolah itu.

"Saya mencium bau daging babi, itu bau. Ada jahe, yang tampak menjijikkan juga."

Menurut sang ayah, biaya sekolah swasta sebesar 39.000 yuan atau setara Rp82 juta per tahun -sekitar 20 kali lipat dari biaya sekolah negeri.

"Kami bahkan tidak membiarkan anak-anak menyantap sisa makanan di rumah. Saya menghabiskan puluhan ribu dolar dan anak-anak saya makan kotoran di sana," katanya.

"Saya tidak berani memberi tahu putra bungsu saya. Saya khawatir dia mungkin tidak berani makan makanan kantin setelah itu. Putri saya mengatakan dia sakit perut. Saya (mengatakan) kepadanya bahwa dia mungkin baru saja selesai berolahraga," ujar dia.

"Hati saya hancur karenanya."

Bagaimana reaksi orangtua?

Sekelompok orangtua berbagi foto di media sosial, yang segera ditemukan oleh orangtua lainnya. Menurut orangtua yang sama, sekolah segera memindahkan makanan berjamur itu dengan dua truk.

Satu truk dicegat dan dihentikan oleh sekelompok orangtua yang berdatangan ke sekolah untuk memprotes.

Video yang muncul di media sosial menunjukkan, ratusan orangtua yang marah menggelar aksi protes di luar gerbang sekolah. Polisi terlihat menggunakan kekerasan terhadap mereka.

Sebuah rekaman video menunjukkan sekelompok polisi membanting seorang pria ke tanah.

Dalam video lain, orangtua terlihat memegangi mata mereka kesakitan, dengan beberapa kantor berita lokal mengatakan polisi menggunakan semprotan merica terhadap mereka.

Polisi Chengdu kemudian mengunggah pernyataan di Weibo yang mengatakan 12 orang ditangkap.

Dikatakan para orangtua "sangat mengganggu" lalu lintas dan menghina polisi. Mereka kemudian dibebaskan pada hari yang sama.

Editor: Nathania Riris Michico

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut