Penobatan Raja Charles Bakal Didemo, Inggris Kerahkan 11.000 Polisi
LONDON, iNews.id - Inggris mengerahkan 11.000 polisi lebih untuk mengamankan penobatan Raja Charles III pada Sabtu (6/5/2023). Mereka akan patroli di jalanan Kota London, Inggris.
Penobatan Raja Charles, menggantikan ibunya Ratu Elizabeth II yang meninggal pada September 2022, merupakan acara seremonial terbesar yang diadakan di London sejak 70 tahun terakhir.
Pasukan keamanan menghabiskan waktu sejak beberapa bulan lalu untuk mempersiapkan acara tersebut. Bukan tanpa alasan, acara penobatan Raja Charles akan dihadiri sekitar 100 pemimpin dunia.
Selain itu akan ada kerumunan besar warga yang akan memadati sepanjang jalan, terutama dari Istana Buckingham, kediaman Raja, menuju Westminster Abbey, tempat penobatan.
Lebih dari 2.200 Tamu Akan Hadiri Penobatan Raja Charles III di Westminster Abbey
Ribuan personel militer juga dikerahkan untuk mengamankan hajatan besar ini.
Menteri Keamanan Inggris Tom Tugendhat mengatakan prosesi penobatan Raja merupakan salah satu operasi keamanan terpenting yang pernah dilakukan negaranya.
Raja Charles Ternyata Jauh lebih Kaya daripada Ratu Elizabeth, Segini Hartanya
"Polisi ... dan intelijen serta pasukan keamanan lainnya sangat menyadari tantangan yang kita hadapi," katanya, dikutip dari Reuters.
Lempar Raja Charles III Pakai Telur, Pria 23 Tahun Dinyatakan Bersalah
Tugas aparat keamanan bertambah berat karena orang-orang yang akan hadir di penobatan bukan saja mereka yang mendukung, melainkan kelompok penentang. Sejumlah orang dari kelompok anti-monarki berencana melakukan demonstrasi di Trafalgar Square serta sepanjang rute prosesi.
Tugas pasukan keamanan teruji dengan insiden pada Selasa (2/5/2023) malam saat seorang pria melemparkan selongsong peluru di luar Istana Buckingham.
Meski demikian pejabat Kepolisian Metropolitan London Ade Adelekan mengatakan sejauh ini belum ada ancaman khusus terhadap acara tersebut.
Selain penobatan raja, istri Charles, Camila, juga akan dimahkotai Ratu.
Editor: Anton Suhartono