Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 140 Tentara AS Luka Selama Perang Lawan Iran, 8 Tewas
Advertisement . Scroll to see content

Pentagon Tunda Rencana Vaksinasi Covid untuk Tahanan Guantanamo, Kenapa?

Minggu, 31 Januari 2021 - 12:56:00 WIB
Pentagon Tunda Rencana Vaksinasi Covid untuk Tahanan Guantanamo, Kenapa?
Aktivitas tahanan dalam penjara di Teluk Guantanamo. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON DC, iNews.id – Departemen Pertahanan AS (Pentagon) akhir pekan ini menyatakan bakal menunda rencana pemberian vaksin Covid-19 kepada para tahanan kasus terorisme di penjara Teluk Guantanamo. Keputusan itu menyusul protes dari sejumlah kalangan yang mendesak Pemerintah AS agar memprioritaskan vaksinasi kepada para pekerja garis depan dan lansia Amerika yang rentan.

“Tidak ada tahanan Guantanamo yang divaksinasi,” demikian cuitan Juru Bicara Pentagon, John Kirby, dikutip kembali laman Alarabiyah, Minggu (31/1/2021). 

“Kami menghentikan sementara rencana itu lebih lanjut, karena kami sedang meninjau protokol perlindungan pasukan. Kami tetap berkomitmen pada kewajiban kami untuk menjaga keamanan pasukan kami,” ujarnya.

Pangkalan Angkatan Laut di Teluk Guantanamo, Kuba, menampung para tahanan terorisme AS, termasuk tokoh al-Qaeda yang dituduh sebagai perencana serangan 9/11, Khalid Sheikh Mohammed.

Sebelumnya, awal pekan ini, Pentagon menyatakan kepada media AS bahwa mereka akan memberikan vaksin corona kepada para tahanan dan narapidana. Pemberian vaksin itu atas dasar sukarela"

Namun, rencana itu ditentang oleh anggota parlemen AS dari Partai Republik, termasuk anggota Kongres AS Kevin McCarthy.

“Presiden Biden mengatakan kepada kami, dia memiliki rencana untuk mengalahkan virus (corona) pada hari pertama (menjabat sebagai presiden AS). Tapi, dia tidak pernah memberi tahu kami soal pemberian vaksin kepada para teroris sebelum masyarakat Amerika,” cuitnya di Twitter.

Anggota Kongres AS asal New York, Elise Stefanik, juga menentang rencan pemberian vaksin kepada para tahanan di Guantanamo. “Ini tidak dapat dimaafkan dan bukan gaya Amerika  sekali, bahwa Presiden Biden memilih untuk memprioritaskan vaksinasi bagi terpidana teroris di Gitmo (sebutan lain Guantanamo) daripada para senior atau veteran Amerika yang rentan,” ucapnya.

Amerika Serikat menjadi negara yang paling terpukul pandemi virus corona di dunia. Sampai hari ini, negara itu mencatatkan hampir 26 juta kasus infeksi Covid dengan 436.000 kematian.

Presiden Joe Biden telah berjanji untuk memberikan vaksinasi kepada 100 juta orang Amerika dalam 100 hari pertamanya menjabat. Akan tetapi, sampai sejauh ini upaya inokulasi massal di negara itu menghadapi berbagai rintangan, termasuk kekurangan vaksin.

Menurut pejabat kesehatan setempat, AS baru menyuntikkan kurang dari 30 juta dari hampir 50 juta dosis vaksin yang didistribusikan di negara tersebut sampai akhir pekan ini.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut