Perang AS-Iran Makin Membara, AS Desak Warganya Tak Kunjungi Timur Tengah
WASHINGTON, iNews.id - Pemerintah Amerika Serikat (AS) memperbarui nasihat perjalanan kepada warganya ke Timur Tengah terkait meningkatnya ketegangan dengan Iran. Operasi militer terbaru terhadap Iran sepekan terakhir, dibalas oleh Iran dengan serangan terhadap pangkalan militer AS di Timur Tengah.
Berdasarkan pengalaman dalam konflik sebelumnya, Iran juga menargetkan kepentingan non-militer AS di kawasan, bukan hanya fasilitas militer.
Departemen Luar Negeri (Deplu) AS memperbarui peringatan perjalanan untuk Timur Tengah, dengan alasan meningkatnya ketegangan. Deplu juga mendesak warga AS di kawasan untuk meningkatkan kewaspadaan.
"Karena ketegangan yang tinggi di Timur Tengah, lingkungan keamanan tetap kompleks dengan potensi eskalasi yang tidak terduga," bunyi pernyataan Deplu AS, sebagaimana dibagikan Biro Urusan Konsuler di akun media sosial X, dikutip Sabtu (18/7/2026).
Warga AS juga diminta memantau perkembangan berita terkini serta disarankan berkoordinasi erat dengan maskapai penerbangan jika melakukan perjalanan.
Selain itu Deplu AS mendesak warganya mempertimbangkan untuk bepergian menuju atau melalui Timur Tengah.
Militer Iran menargetkan tujuh negara Timur Tengah sebagai pembalasan atas serangan AS ke wilayahnya, termasuk yang terbaru Suriah dan Arab Saudi.
Editor: Anton Suhartono