Perang Berpotensi Meluas, Inggris Siap-Siap Hadapi Serangan Iran
LONDON, iNews.id - Pemerintah Inggris merespons ancaman serius dari Iran yang akan menyerang pangkalan militernya jika digunakan oleh Amerika Serikat (AS) untuk menggempur wilayahnya. Perdana Menteri Inggris Andy Burnham telah memberikan restu kepada AS untuk menggunakan pangkalan-pangkalan militernya untuk operasi terhadap Iran.
Meski demikian, Inggris menolak untuk terlibat langsung dalam serangan terhadap Iran.
Pemerintah menegaskan, militernya siap siaga 24 jam penuh untuk mempertahankan diri, setelah Iran menyatakan pangkalan-pangkalan Inggris yang digunakan militer AS merupakan target yang sah.
Seorang huru bicara pemerintah Inggris mengatakan, angkatan bersenjata siap menjaga Inggris Raya dari segala jenis serangan, baik di dalam.wilayah maupun yang berada di luar negeri.
"Ini termasuk melalui pengoperasian pendekatan berlapis untuk pertahanan udara dan rudal, yang disediakan oleh aset Angkatan Laut, Angkatan Darat, dan Angkatan Udara Kerajaan Inggris, yang dilengkapi dengan berbagai kemampuan canggih, bekerja sama erat dengan sekutu NATO," katanya.
Sebelumnya Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran melabeli Inggris sebagai kaki tangan AS dalam perang. Sementara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan, negara mana pun yang membantu AS secara militer akan bertanggung jawab atas konsekuensi dan dampaknya.
Namun Presiden AS Donald Trump berulang kali mengkritik pemerintah Inggris serta mantan Perdana Menteri Keir Starmer karena enggan membantu operasi militer melawan Iran.
Namun sebenarnya, beberapa hari setelah perang AS-Israel melawan Iran pecah pada 28 Februari, Inggris memberi izin kepada AS untuk menggunakan pangkalan-pangkalannya, termasuk RAF Fairford di Gloucestershire dan Diego Garcia di Samudera Hindia. Pangkalan-pangkalan tersebut bisa dimanfaatkan AS untuk menyerang infrastruktur militer Iran, terutama yang digunakan untuk menyerang negara-negara Teluk dan kapal-kapal di Selat Hormuz.
Kebijakan tersebut belum diubah oleh Perdana Menteri baru Andy Burnham. Dia diberitahu bahwa keputusan telah dibuat untuk memperpanjang perjanjian dengan AS.
Kantor berita Iran Tasnim melaporkan, pesawat-pesawat misi pengeboman AS telah diluncurkan dari RAF Fairford. Namun belum ada pernyataan dari Kementerian Pertahanan Inggris, apakah pangkalan tersebut digunakan oleh AS untuk operasi melawan Iran.
Pada 19 Maret lalu, Iran menembakkan dua rudal balistik ke pangkalan Diego Garcia milik Inggris di Kepulauan Chagos. Salah satu rudal gagal di tengah jalan, sementara satu lainnya ditembak jatuh oleh kapal perang AS.
Saat itu muncul keraguan apakah Iran memiliki rudal yang mampu mencapai kepulauan tersebut, yang berjarak sekitar 3.600 km dari Iran. Namun pada bulan yang sama, Israel mengeklaim Iran memiliki rudal yang dapat menjangkau 4.000 km, yang secara teori bisa mencapai Inggris dan negara-negara Eropa daratan lainnya.
Editor: Anton Suhartono