Perbatasan Rafah Dibuka Terbatas, WN Asing Terjebak di Gaza Berebut Keluar
KAIRO, iNews.id - Israel mulai membuka perbatasan antara Gaza dan Rafah secara terbatas. Puluhan pengungsi dari warga negara asing (WNA) yang terjebak di Gaza berebut minta dievakuasi.
Melansir dari Reuters, Senin (6/11/2023), Rafah merupakan satu-satunya pintu masuk ke Gaza yang tidak dikendalikan oleh Israel.
Selain pengungsi, aliran truk bantuan kemanusiaan juga mulai masuk. Mesir sedang mencari jaminan keamanan ambulans yang digunakan untuk evakuasi.
"Setiap upaya untuk membawa konvoi ambulans yang membawa korban luka ke penyeberangan Rafah harus didampingi oleh kendaraan ICRC dan PBB," kata Jubir Pemerintah Hamas.
4 WNI Berhasil Dievakuasi dari Gaza, Sudah Tiba di Kairo Mesir
Otoritas Palestina telah menerbitkan daftar orang-orang yang disetujui untuk dievakuasi oleh otoritas Mesir dan Israel dalam seminggu ke depan.
Sebanyak 30 warga Gaza yang terluka dan 55 warga negara asing akan dievakuasi dalam waktu dekat.
Sementara itu, Amerika Serikat (AS) telah mengirim kapal selam bertenaga nuklir ke Timur Tengah.
Kehadiran kapal selam nuklir AS ini menambah kekuatan militer Negeri Paman Sam di Timur Tengah sejak Operasi Badai Al Aqsa yang dilancarkan Hamas ke Israel. Serangan mendadak yang mengejutkan Israel itu terjadi pada 7 Oktober.
Editor: Muhammad Fida Ul Haq