Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Keok di Medan Perang, Drone Tempur MQ-9 Reaper AS Jadi Bulan-bulanan Iran 
Advertisement . Scroll to see content

Perbatasan Rafah Dikuasai Israel, UNRWA Sebut Kebutuhan Hidup Tak Bisa Masuk Gaza

Selasa, 07 Mei 2024 - 16:07:00 WIB
Perbatasan Rafah Dikuasai Israel, UNRWA Sebut Kebutuhan Hidup Tak Bisa Masuk Gaza
Pasukan Israel menguasai pintu perbatasan Rafah, praktis tak ada lagi bantuan kemanusiaan yang bisa masuk Gaza (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

GAZA, iNews.id - Pasukan Israel menguasai pintu perbatasan Rafah, akses keluar-masuk Gaza dengan Mesir, Selasa (7/5/2024). Pintu perbatasan diblokade, tak ada orang maupun barang yang masuk maupun keluar melalui pintu Rafah.

Padahal, Rafah merupakan satu-satunya akses bagi warga Gaza untuk keluar serta masuknya bantuan kemanusiaan melalui Mesir. Gaza tak bisa berharap dari bantuan yang masuk dari pintu perbatasa Karem Shalom dengan Israel karena banyak gangguan. Apalagi pintu perbatasan itu juga ditutup sejak Senin kemarin.

Dengan diblokadenya Rafah berarti tak ada lagi bantuan kemanusiaan, termasuk obat-obatan dan bahan bakar, yang bisa masuk, menambah penderitaan warga Gaza.

Sam Rose, direktur perencanaan badan PBB untuk pengungsi Palestina UNRWA, mengatakan kepada Al Jazeera penutupan perbatasan berdampak sangat buruk bagi warga Gaza yang sebelumnya sudah kelaparan.

"(Perbatasan ini menjadi) Sumber kehidupan dengan masuknya sejumlah kecil barang yang masuk Gaza sejak Oktober (2023)," katanya.

Dia mencontohkan kebutuhan air bersih di Gaza salah satunya bergantung pada fasilitas desalinasi. Namun fasilitas itu tak bisa beroperasi karena tak ada bahan bakar sebagai sumber energi.

"Tidak ada listrik, itu memutus segalanya,” kata Rose.

Ketiadaan listrik berarti juga berdampak terhadap rumah sakit dan fasilitas medis lainnya. Pasien tak akan bisa dilayani dengan memadai, apalagi bagi tindakan operasi.

UNRWA, tegas dia, memiliki sejumlah kekhawatiran, khususnya kekurangan bahan bakar.

Perebutan perbatasan Rafah oleh Israel juga mengindikasikan semakin dekatnya operasi darat pasukan Zionis ke Rafah, kota paling selatan Gaza yang disesaki dengan sekitar 1,5 juta pengungsi.  Rafah merupakan perlindungan terakhir bagi warga Gaza setelah kota-kota lain hancur dibombardir militer Zionis.

Militer Israel mengeluarkan pemberitahuan kepada warga di Rafah bagian timur untuk mengungsi ke Al Masawi, daerah pesisir masih di selatan Gaza. Pemberitahuan disampaikan melaui selebaran yang disebar dari udara, pesan singkat SMS, maupun sambungan telepon. Isinya meminta warga segera meninggalkan tempat tinggal mereka atau akan mengalami bahaya.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut