Perempuan China Ditahan karena Menyusup ke Resor Donald Trump
WASHINGTON, iNews.id - Seorang perempuan warga China ditahan karena menyusup dan melakukan aktivitas mencurigakan di resor Mar a Lago, Florida, Amerika Serikat, milik Presiden Donald Trump.
Dia bisa masuk setelah lolos pemeriksaan keamanan pasukan pengawal presiden AS, Dinas Rahasia.
Berdasarkan dokumen yang disampaikan Dinas Rahasia ke Pengailan Distrik Florida, Senin (1/4/2019), perempuan bernama Yujing Zhang itu datang pada Sabtu.
Dia langsung menemui seorang petugas Dinas Rahasia yang berjaga di depan klub resor untuk meminta izin masuk.
Yujing pun menunjukkan paspor dan meminta izin untuk bisa ke kolam renang. Namun petugas tak mendapati namanya dalam daftar anggota klub yang memiliki akses masuk.
Sementara itu seorang manager klub menyebut ada satu nama Zhang dalam daftar, tapi berjenis kelamin laki-laki. Saat ditanya apakah nama dalam dafar itu adalah ayahnya, Yujing tak bisa memberikan jawaban jelas.
Akhirnya pihak resor membolehkannya masuk dengan asumsi Yujing merupakan kerabat dari pria bernama Zhang itu.
Namun staf resor curiga dengan aktivitas Yujing di dalam. Saat ditanya alasannya datang ke Mar a Lago, Yujing kesulitan menjelaskan. Yujing lalu mengatakan dia datang untuk menghadiri acara yang digelar United Nations Chinese American Association.
Namun staf resor tak mendapati acara seperti disebutkannya pada hari itu.
Setelah itu resepsionis menghubungi Dinas Rahasia hingga Yujing diamankan.
Dokumen Dinas Rahasia di pengadilan menyebutkan alasan penahanan yakni karena yang bersangkutan tak memiliki dokumen sah atau otoritas untuk memasuki klub Mar a Lago.
Lebih lanjut, dalam pemeriksaan petugas menemukan empat telepon genggam yang dibawa Yujing, laptop, eksternal hard drive, dan flasdisk. Pemeriksaan menunjukkan di dalam flasdisk itu terdapat malware berbahaya.
"Sementara Dinas Rahasia tidak bisa menentukan siapa saja yang diizinkan masuk klub, agen dan petugas kami melakukan pemeriksaan benda fisik untuk memastikan tidak ada barang terlarang yang masuk ke klub," kata Dinas Rahasia, dalam pernyataan.
Seorang pembela yang mewakili Yujing mengatakan, kliennya menggunakan hak untuk tetap diam.
Sementara itu juru bicara Departemen Kehakiman menolak berkomentar soal penangkapan ini.
Editor: Anton Suhartono