Perempuan Hamil Positif Covid-19 Berpotensi Melahirkan Prematur
NEW YORK, iNews.id - Dua studi yang dilakukan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat mengungkap, perempuan hamil yang terinfeksi virus corona berpotensi lenih tinggi melahirkan prematur.
CDC mengungkap, perempuan hamil berisiko mengalami komplikasi serius sehingga meningkatkan risiko melahirkan lebih cepat dari waktu normal. Bukan hanya itu, pasien punya risiko lebih tinggi mengalami keguguran atau bayi meninggal saat proses persalinan, seperti dikutip dari The New York Times, Jumat (18/9/2020).
Temuan ini konsisten dengan beberapa laporan sebelumnya bahwa perempuan hamil berisiko tinggi terkena penyakit parah saat mereka terjangkit Covid-19.
Namun beberapa ahli memperingatkan, jumlah perempuan hamil positif Covid-19 yang dijadikan sampel studi relatif sedikit dan sebagian besar mereka dirawat di rumah sakit, sehingga belum tentu mewakili kondisi sebenarnya.
Dari total 703 kasus perempuan hamil yang menjadi bahan studi, tiga di antaranya meninggal dunia.
Satu studi melibatkan 598 perempuan hamil positif Covid-19 yang dirawat di rumah sakit di 13 negara bagian AS dari 1 Maret hingga 22 Agustus. Usia rata-rata mereka 30 tahunan, namun 1 dari 5 memiliki masalah kesehatan kronis, seperti asma atau hipertensi.
Lebih dari separuh sampel tidak mengalami gejala saat mereka dirawat di rumah sakit karena berbagai alasan.
Sementara itu dari 272 perempuan yang memiliki gejala, 16 persen di antaranya menjalani perawatan di ICU dan 8,5 persen membutuhkan ventilator untuk membantu pernapasan. Dua perempuan meninggal dunia.
Studi CDC lainnya melibatkan 105 perempuan hamil positif Covid-19 yang dirawat di rumah sakit dari 1 Maret hingga 30 Mei 2020. Usia rata-rata mereka 30 tahunan.
Sekitar 30 persen dari mereka yang dirawat karena Covid-19 membutuhkan perawatan intensif dan 14 persen membutuhkan ventilator. Seorang perempuan meninggal.
Dari semua perempuan itu, 15 persen mengalami kelahiran prematur dan 3 persen kehilangan bayi saat persalinan.
Penelitian sebelumnya juga menunjukkan risiko kelahiran prematur lebih tinggi pada perempuan hamil pengidap Covid-19. Sebuah penelitian di Inggris juga mencatat peningkatan kasus bayi meninggal saat persalinan.
Kehamilan membuat perempuan lebih rentan terinfeksi Covid-19 dan terjangkit penyakit parah karena beberapa alasan, di antaranya sistem kekebalan sang ibu melemah selama masa kehamilan.
Perubahan fisiologis selama kehamilan juga dapat meningkatkan kerentanan pada peremupuan hamil. Paru-paru mungkin terpengaruh oleh rahim yang membesar dan sistem kardiovaskular bekerja lebih keras. Virus corona juga dapat meningkatkan risiko penggumpalan darah.
"Kami sekarang memiliki data dari tiga sistem pengawasan CDC terpisah yang semuanya menunjukkan bahwa perempuan hamil mungkin berisiko tinggi terkena penyakit parah akibat Covid-19," kata Denise Jamieson, anggota satuan tugas Covid-19 di American College of Obstetricians and Gynecologists.
Para ahli memang masih harus melakukan lebih banyak penelitian untuk memastikan hubungan kehamilan dengan Covid-19. Meski demikian, mereka meminta para peremupuan untuk lebih berhati-hati, termasuk membiasakan diri menggunakan masker dan menjaga jarak sosial untuk meminimalisasi risiko infeksi, terlebih mereka yang kegemukan.
Editor: Anton Suhartono