Perempuan India Tewas Digigit Semut, kok Bisa?
RIYADH, iNews.id - Seekor semut identik dengan hewan kecil dan lemah. Tapi siapa sangka, ternyata gigitannya bisa membunuh manusia.
Ini terjadi di Riyadh, Arab Saudi, seekor semut menggigit perempuan India bernama Soosy Jeffy. Korban tewas beberapa pekan kemudian.
Kerabat korban, seperti dikutip dari Manorama News, Rabu (4/4/2018), mengatakan, Soosy meninggal dunia pada Selasa 3 April pagi setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit.
Perempuan berusia 36 tahun asal Adoor, Kerala, itu digigit semut pada 19 Maret di kediamannya.
Racun pada semut itulah yang membuat kondisi fisiknya menurun hingga meninggal. Namun tak disebutkan semut apa yang menggigitnya dan bagaimana cara kerja racunnya bisa membuat daya tahan tubuh orang dewasa menurun dan meninggal.
Namun Soosy bukan satu-satunya orang yang meninggal akibat gigitan semut. Pada Juni 2006, seorang perempuan di Carolina Selatan, Janet Wallace Roedl Shiansky (68), tewas setelah mengalami syok anafilaktik atau alergi hebat akibat gigitan semut api ketika berkebun.
Ahli serangga Mike Raupp menjelaskan, gigitan semut api biasanya menyebabkan bekas kecil merah dan benjolan pustula mengandung nanah yang akan hilang dalam beberapa hari. Sekitar 5 persen kasus gigitan semut api pada manusia bisa menyebabkan kematian.
"Ini adalah reaksi alergi yang parah, tenggorokan membengkak sehingga orang bisa mati lemas. Tapi itu sangat jarang. Kebanyakan orang tidak akan bereaksi seperti itu," kata dia.
Editor: Anton Suhartono