Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Wali Kota New York Zohran Mamdani Siap Pasang Badan untuk Palestina
Advertisement . Scroll to see content

Perluasan Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza Diperkirakan Rampung 2 Bulan Lagi

Kamis, 30 April 2020 - 16:09:00 WIB
Perluasan Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza Diperkirakan Rampung 2 Bulan Lagi
Proyek perluasan Rumah Sakit Indonesia di Gaza diperkirakan selesai dalam 2 bulan (Foto: KBRI Amman)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Dubes Indonesia untuk Yordania dan Palestina Andy Rachmianto menyapa warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Jalur Gaza. Sebagian dari mereka merupakan aktivis kemanusiaan MER-C yang sedang menangani proyek perluasan Rumah Sakit Indonesia.

Meskipun di tengah pandemi, inisiatif dan aksi kemanusiaan yang dilakukan oleh MER-C Indonesia merupakan bukti dukungan Indonesia kepada Palestina.

"Mereka adalah pejuang kemanusiaan sejati dan tanpa pamrih. Ini juga menunjukkan bukti bahwa dalam situasi dan keadaan apa pun, Indonesia selalu bersama Palestina," kata Andy, dalam keterangannya, Kamis (30/4/2020).

Di tengah pandemi Covid-19, hampir semua negara menghadapi situasi darurat dengan melakukan lockdown dan pembatasan sosial.

Namun Gaza sudah mengalami situasi darurat akibat blokade total yang dilakukan Israel sejak 2007. Pergerakan keluar dan masuk dari darat dan laut ditutup dan dibatasi.

Pascakonflik pada 2008-2009 yang menelan korban ribuan jiwa, situasi kemanusiaan di bagian selatan wilayah Palestina ini semakin serius dan mengkhawatirkan. Atas tragedi kemanusiaan ini, banyak pihak di Indonesia terpanggil untuk memberikan bantuan kemanusiaan. Salah satu lembaga yang terpanggil adalah MER-C, yakni dalam bentuk pelayanan medis untuk korban perang, kekerasan akibat konflik, kerusuhan, kejadian luar biasa, dan bencana alam di dalam maupun luar negeri.

MER-C bahkan menginisiasi berdirinya Rumah Sakit Indonesia yang dibangun dalam 2 tahun, yakni sejak 2010-2012. Namun bangunan yang ada belum cukup untuk memenuhi kebutuhan warga, sehingga mereka kembali untuk melakukan perluasan yakni dengan meninggikan bangunan.

Sejak Februari 2019, 29 aktivis melakukan renovasi perluasan RSI agar dapat menampung 300 tempat tidur.

Dalam percakapan telepon diperoleh informasi, penyelesaian renovasi perluasan RSI baru selesai sekitar 85 persen karena sempat terhambat akibat wabah Covid-19.

Pelibatan sekitar 40 warga Gaza dalam proyek itu juga harus dihentikan selama sebulan untuk mencegah penyebaran virus.

"Semua anggota MER-C Indonesia dan tiga mahasiswa yang bekerja di proyek RSI semuanya dalam keadaan sehat dan tidak ada yang terpapar virus. Diharapkan proyek ini dapat diselesaikan dalam waktu dua bulan ke depan," tutur Andy.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut