Permukiman Tepi Barat Disebut Tak Ilegal, Israel: AS Luruskan Sejarah yang Keliru

Nathania Riris Michico ยท Selasa, 19 November 2019 - 09:04 WIB
Permukiman Tepi Barat Disebut Tak Ilegal, Israel: AS Luruskan Sejarah yang Keliru

Pemukiman Yahudi Har Homa di Yerusalem timur, sebuah bendera Palestina berkibar di Kota Betlehem Tepi Barat. (FOTO: Musa Al-Shaer / AFP / Getty Images)

YERUSALEM, iNews.id - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyambut baik perubahan kebijakan Amerika Serikat (AS), yang kini mengakui permukiman Yahudi di Tepi Barat tidak ilegal. Klaim AS ini bertentangan dengan sikap presiden terdahulu, Barack Obama.

Netanyahu menyebut perubahan kebijakan AS yang menganggap permukiman Yahudi di Tepi Barat sesuai hukum internasional membenarkan sejarah yang keliru.

"Kebijakan ini mencerminkan kebenaran historis -bahwa orang-orang Yahudi bukanlah penjajah asing di Yudea dan Samaria. Bahkan, kami disebut orang Yahudi karena kami adalah orang-orang Yudea," katanya, menggunakan istilah wilayah di Alkitab untuk Tepi Barat, seperti dilaporkan AFP, Selasa (19/11/2019).

BACA JUGA: AS: Permukiman Yahudi di Tepi Barat Tak Melanggar Hukum Internasional

Komentar Nentanyahu muncul setelah Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengatakan AS tidak lagi menganggap permukiman Israel tidak konsisten dengan hukum internasional, dalam perubahan kebijakan luar negeri Amerika.

AS, kata Pompeo, tidak lagi mematuhi pendapat hukum Departemen Luar Negeri 1978 tentang penyelesaian wilayah Tepi Barat.

BACA JUGA: AS Klaim Permukiman Israel di Tepi Barat Sesuai Hukum Internasional, Palestina Geram

"Setelah mempelajari semua sisi dari debat hukum secara saksama, Amerika Serikat menyimpulkan pendirian pemukiman sipil Israel di Tepi Barat, pada dasarnya, tidak inkonsisten dengan hukum internasional," kata Pompeo.


Editor : Nathania Riris Michico