Pernyataan Para Pemimpin Dunia soal Penembakan di Masjid Selandia Baru

Anton Suhartono ยท Jumat, 15 Maret 2019 - 17:15 WIB
Pernyataan Para Pemimpin Dunia soal Penembakan di Masjid Selandia Baru

Para korban penembakan di dua masjid Christchurch dibawa ke rumah sakit (Foto: AFP)

JAKARTA, iNews.id - Penembakan brutal di dua masjid Kota Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3/2019), mendapat respons dari para pemimpin dunia.

Sejauh ini 49 orang tewas dan lebih dari 20 lainnya luka dalam penembakan yang terjadi saat jamaah melaksanakan Salat Jumat tersebut.

Perdana Menteri Jacinda Ardern menyebut serangan yang dilakukan pria Australia ekstrimis sayap kanan itu sebagai aksi terorisme.

"Jelas bahwa ini dapat digambarkan sebagai serangan teroris," kata Ardern, seraya menyebut kejadian ini sebagai salah satu hari paling kelam di Selandia Baru.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut serangan ini sebagai bentuk permusuhan terhadap umat Islam. Dengan geram dia mengatakan serangan ini telah melampaui batas.

"Dengan serangan ini, permusuhan terhadap umat Islam yang selama ini hanya ditonton oleh dunia dan bahkan didorong selama beberapa waktu, telah melampaui batas-batas untuk mencapai tingkat pembunuhan massal," kata Erdogan, dikutip dari AFP.

Dia pun khawatir kejadian serupa akan menyusul di tempat lain jika tidak segera ditangani.

"Jika tidak segera diambil tindakan yang tepat, akan ada berita tentang serangan lainnya mengikuti peristiwa ini," tuturnya.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengategorikan penembakan yang dilakukan pria Australia bernama Brenton Tarrant ini sebagai bengis.

"Serangan terhadap orang-orang yang berkumpul dengan damai untuk salat ini mengejutkan dalam kebengisan dan sinisme," kata Putin.

"Saya berharap mereka yang terlibat mendapat hukuman berat," kata Putin lagi, dalam pesannya untuk PM Arden.

Presiden Dewan Uni Eropa Donald Tusk ikut mengomentari. Lebih lembut dari komentar Erdogan dan Putin, Tusk berharap serangan ini tak merusak toleransi yang sudah tercipta di Selandia Baru.

"Berita mengerikan dari Selandia Baru semalam. Serangan brutal, tidak akan pernah mengurangi toleransi dan kesopanan yang dikenal di Selandia Baru," tuturnya.

Perdana Menteri Inggris Theresa May menyampaikan belasungkawa paling dalam. Dia menyebut serangan ini sebagai tindakan mengerikan.

"Perhatian saya bersama semua yang terkena dampak tindak kekerasan yang memuakkan ini," ujarnya.

Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas mengatakan negaranya terpukul atas serangan brutal di Christchurch.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez juga menyampaikan belasungkawa. Perhatin diberikan kepada para korban, keluarga, dan Pemerintah Selandia Baru.

"Orang-orang fanatik dan ekstrimis yang ingin menghancurkan masyarakat kita," ujarnya.


Editor : Anton Suhartono