Pertama di Dunia! Ular Piton Jalani Kemoterapi, Sembuh Total dari Kanker Tulang
LONDON, iNews.id - Kebun binatang di Inggris mencetak sejarah karena berhasil menyembuhkan seekor ular piton yang menderita kanker. Ular bernama Jodie Foster itu menjadi yang pertama di dunia menjalani perawatan inovatif menggabungkan pembedahan dan elektrokemoterapi (ECT).
Kebun Binatang Chester menyatakan, ular piton retikulata sepanjang 4,5 meter telah pulih sepenuhnya setelah menjalani pembedahan, disusul kemoterapi untuk melawan kanker di tulang rahang.
Kini semakin sering Hewan menjalani pengobatan kanker menggunakan metode dan obat yang dulunya hanya digunakan pada manusia. Beberapa contoh lain, seperti kura-kura dan kadal, menjalani perawatan kemoterapi.
Namun tim dokter hewan Kebun Binatang Chester, bekerja sama dengan dokter spesialis kanker Universitas Liverpool, yakin bahwa Jodie Foster merupakan ular pertama di dunia yang menjalani kemoterapi.
"Kami menghadapi kemungkinan kehilangan (Jodie Poster) karena tumor tersebut membuatnya semakin sulit untuk makan," kata dokter hewan Kebun Binatang Chester, Ian Ashpole, seperti dikutip dari AFP, Senin (24/8/2026).
"Jadi kami bekerja sama dengan dokter spesialis kanker untuk melihat apakah kami bisa mengadaptasi elektrokemoterapi untuk ular. Sejauh yang kami ketahui, ini adalah pertama kali digunakan pada ular," ujarnya, lagi.
Para keeper kebun binatang khawatir Jodie, kini berusia 23 tahun, hanya makan sedikit dan tidak aktif di habitatnya.
Hasil pemeriksaan mengonfirmasi adanya tumor ganas di rahang, yang kemudian diangkat melalui operasi. Namun tumor itu kemudian muncul kembali, sehingga diperlukan prosedur bedah lain yang akhirnya menggunakan ECT untuk menyerang sel-sel kanker yang tersisa.
ECT menggabungkan penggunaan obat kanker bleomisin dengan serangkaian denyut listrik langsung pada lokasi tumor yang untuk sementara membuat sel-sel kanker dikendalikan, sehingga memungkinkan obat masuk lebih efektif.
Setelah pemeriksaan akhir pekan ini, kebun binatang memastikan Jodie telah bebas kanker, makan dengan normal, dan kembali beraktivitas seperti biasanya.
Editor: Anton Suhartono