Pertama Kali, Serangan Balon Korut Berisi Sampah Mendarat di Istana Kepresidenan Korsel
SEOUL, iNews.id - Korea Utara (Korut) terus melancarkan serangan balon membawa sampah dan kotoran ke Korea Selatan (Korsel). Bahkan serangan terbaru pada Rabu (23/7/2024) malam, balon-balon tersebut mendarat di kompleks kepresidenan, tempat Presiden Yoon Suk Yeol berkantor.
Dinas Keamanan Kepresidenan (PSS) menyatakan serangan balon Korut ini merupakan yang pertama mencapai istana sejak berlangsung beberapa pekan lalu. Meski demikian Dinas Keamanan memastikan tak ada barang berbahaya di dalam kantong yang dibawa balon.
Di lokasi sekitar pendaratan hanya ditemukan sampah-sampah yang berjatuhan. Serangan balon terbaru itu dilancarkan Korut sehari sebelumnya, namun baru mencapai istana para Rabu.
“Penyelidikan yang dilakukan oleh tim respons kimia, biologi, dan radiologi menunjukkan benda-benda tersebut tidak menyebabkan bahaya atau kontaminasi, sehingga benda-benda itu bisa diambil. Kami terus memantau kerja sama dengan Kepala Staf Gabungan (JCS),” bunyi pernyataan PSS, dikutip dari Korea Times.
Diplomat Senior Korut Membelot ke Korsel, Bawa Istri dan Anak dari Kuba
Sementara itu Kantor Kepresidenan Korsel memastikan rute balin itu sudah terlacak sejak awal dan real time menggunakan alat observasi sebelum dijatuhkan. Namun pihaknya tak bisa menjatuhkan karena terlalu berisiko.
“Sulit untuk menanganinya di udara karena kita tidak tahu isi balon tersebut,” kata seorang pejabat kantor kepresidenan.
Seram! Korut Klaim Uji Coba Rudal Balistik Bawa Hulu Ledak Superbesar 4,5 Ton
Dia menegaskan, terkait kejadian di istana tidak ada perubahan dalam penanganan balon-balon tersebut selain mengambilnya setelah jatuh.
Militer Korsel juga menegaskan tidak bisa menembak jatuh balon-balon tersebut karena khawatir isinya akan berjatuhan di lokasi acak sehingga menimbulkan dampak kerusakan lebih luas.
Waduh, Pemerintah Korut Perintahkan Warga Kumpulkan 10 Kg Tinja Manusia
Korut mengirim ribuan balon berisi sampah dan kotoran ke Korsel sejak Mei. Langkah itu sebagai protes atas selebaran propaganda anti-Pyongyang yang dikirim para pembelot Korut serta aktivis Korsel juga menggunakan balon.
Editor: Anton Suhartono