Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Zelensky Tegaskan Tak Akan Serahkan Wilayah Ukraina ke Rusia demi Gencatan Senjata
Advertisement . Scroll to see content

Pertempuran Sengit dengan Ukraina, Rusia Mulai Masuki Pinggiran Kota Sievierodonetsk

Senin, 30 Mei 2022 - 18:54:00 WIB
Pertempuran Sengit dengan Ukraina, Rusia Mulai Masuki Pinggiran Kota Sievierodonetsk
Kelompok bersenjata pro-Rusia menyerang pertahanan tentara Ukraina di Sievierodonetsk (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

KIEV, iNews.id - Pasukan Rusia, Senin (30/5/2022), memasuki pinggiran Kota Sievierodonetsk setelah terlibat pertempura sangat sengit dengan tentara Ukraina.

Rusia memusatkan serangan ke kota dengan berpopulasi besar terakhir yang masih dikuasai pasukan Ukraina itu yang terletak di Provinsi Luhansk. Merebut Luhansk dan Donetsk merupakan salah satu tujuan operasi militer khusus yang dideklarasikan Presiden Vladimir Putin.

Pasukan Rusia menggempur Sievierodonetsk habis-habisan sejak beberapa hari terakhir, mendesak tentara Ukraina.

Gubernur Luhansk Serhiy Gaidai mengatakan, pasukan Rusia merangsek maju ke pinggiran tenggara dan timur laut Sievierodonetsk. Namun dia menegaskan tentara Ukraina berhasil mendorong pasukan Rusia keluar dari Desa Toshkivka ke selatan.

"Merebut Sievierodonetsk merupakan tugas mendasar bagi penjajah. Kami melakukan semua yang bisa untuk menahan kemajuan (Rusia)," kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, dalam pidatonya di televisi.

Dia menambahkan gempuran pasukan Rusia membuat sekitar 90 persen bangunan Sievierodonetsk rusak serta lebih dari dua per tiga perumahan hancur total.

Sementara itu para pemimpin Uni Eropa dijadwalkan bertemu pada Senin dan Selasa guna membahas paket sanksi terbaru untuk Rusia, termasuk embargo minyak. Namun tampaknya embargo minyak tak akan berjalan mulus karena mendapat penolakan dari Hongaria.

Hongaria tidak bisa menghentikan pasokan minyak Rusia yang mengirim melalui pipa besar Druzhba era Uni Soviet.

Menteri Perekonomian Jerman Robert Habeck mengungkapkan kekhawatiran bahwa Uni Eropa bisa terpecah.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut