Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Diancam Khamenei, Trump: Semoga Kita Bisa Capai Kesepakatan!
Advertisement . Scroll to see content

Pertemuan Tsai Ing-wen dan Kevin McCarthy Berlangsung di Bawah Ancaman China, Ini yang Dibahas

Kamis, 06 April 2023 - 06:03:00 WIB
Pertemuan Tsai Ing-wen dan Kevin McCarthy Berlangsung di Bawah Ancaman China, Ini yang Dibahas
Pertemuan antara Presiden Tsai Ing-wen dengan Ketua DPR AS Kevin McCarthy berlangsung meski ada ancaman dari China. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

SIMI VALLEY, iNews.id - Pertemuan antara Presiden Tsai Ing-wen dengan Ketua DPR Amerika Serikat (AS) Kevin McCarthy membahas tentang perlunya percepatan pengiriman senjata ke Taiwan. Senjata-senjata itu akan digunakan untuk menghadapi meningkatnya ancaman China.

"Kita harus melanjutkan penjualan senjata ke Taiwan dan memastikan penjualan tersebut sampai ke Taiwan tepat waktu," kata McCarthy dalam pertemuan keduanya di Perpustakaan Kepresidenan Ronald Reagan di Simi Valley, California, Rabu (5/4/2023).  

Sementara itu, anggota Kongres dari Partai Demokrat, Pete Aguilar mengaku menantikan lebih banyak pertemuan seperti itu di masa depan. Seorang anggota parlemen dari Partai Republik, Mike Gallagher menanggapi keberatan China atas pertemuan tersebut. 

"Jika pemimpin terpilih dari salah satu mitra demokrasi terpenting kita tidak dapat bertemu dengan para pemimpin Amerika di tanah Amerika, maka kita hanya memberi makan buaya yang pada akhirnya akan memakan kita," katanya.

Dia bahkan menegaskan, ingin mencari cara untuk membawa rudal Harpoon ke Taiwan lebih cepat dari yang dijadwalkan untuk dikirim ke Arab Saudi.

Pertemuan antara Tsai dan McCarthy tetap terjadi meskipun ada ancaman dari China.

Dalam pertemuan itu, Tsai berterima kasih kepada Kongres AS karena mendukung Taiwan ketika demokrasi mereka berada di bawah ancaman China. Tsai mengutip pernyataan mantan Presiden AS, Ronald Reagan saat berbicara kepada McCarthy dan anggota parlemen dari Partai Republik dan Demokrat lainnya tentang keyakinannya bahwa untuk menjaga perdamaian, kita harus kuat.

"Saya ingin menambahkan, kita lebih kuat ketika kita bersama," kata Tsai berdiri berdampingan dengan McCarthy di atrium depan pesawat Boeing biru dan putih yang diterbangkan Reagan sebagai presiden pada 1980-an.

Di luar gedung, tepatnya di tempat parkir Perpustakaan Reagan, sejumlah orang mengibarkan bendera Taiwan dan spanduk pro-Taiwan dan Hong Kong. Mereka meneriakkan 'Jiayou Taiwan' atau 'Go Taiwan'. Aksi itu mereka lakukan menjelang kedatangan Tsai dan McCarthy. 

Semenatara itu, sebuah pesawat kecil terbang di atas perpustakaan sambil mengibarkan spanduk pro-Beijing bertuliskan 'Satu China! Taiwan adalah bagian dari China!'

Editor: Umaya Khusniah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut