RIYADH, iNews.id – Perundingan damai antara Arab Saudi dan kelompok Houthi yang menguasai Yaman tampaknya semakin menunjukkan prospek yang menjanjikan. Menteri Pertahanan Arab Saudi, Pangeran Khalid bin Salman al-Saud, pun menyatakan harapannya bahwa negosiasi itu akan berakhir dengan sukses.
Belum lama ini, delegasi Houthi mengunjungi Riyadh untuk berunding dengan para perwakilan Arab Saudi. Mereka membahas apa saja yang dibutuhkan dalam menyelesaikan konflik di Yaman.
Intel Rusia Tuduh Prancis Rencanakan Kudeta di Negara-negara Bekas Jajahannya di Afrika
“(Kami telah) bertemu dengan delegasi Sanaa (Houthi) yang mengunjungi Riyadh untuk melanjutkan upaya mendukung proses perdamaian di Yaman. Saya menekankan dukungan Kerajaan (Arab Saudi) ini untuk Yaman dan menegaskan kembali komitmen kami untuk mendorong dialog di antara semua pihak untuk mencapai solusi politik komprehensif di bawah pengawasan PBB,” ungkap Pangeran Khalid di platform media sosial X (sebelumnya dikenal sebagai Twitter), Selasa (19/9/2023).
“Kami menantikan keberhasilan dari diskusi kritis ini, dengan harapan semua pihak di Yaman akan bersatu untuk mencapai pembangunan berkelanjutan, stabilitas politik, dan keamanan abadi, yang memungkinkan Yaman untuk berintegrasi ke dalam kemajuan dan pembangunan yang disaksikan di GCC,” ujar menhan Saudi itu lagi.
Arab Saudi Segera Bertemu Pemberontak Houthi Bahas Gencatan Senjata di Yaman, AS Dukung Penuh
GCC adalah singkatan dari Gulf Cooperation Council atau Dewan Kerja Sama Teluk. Organisasi antarpemerintah itu terdiri atas sejumlah negara di kawasan Teluk, yaitu Arab Saudi, Bahrian, Kuwait, Oman, Qatar, dan Uni Emirat Arab.
Alhamdulillah, Arab Saudi Undang Delegasi Houthi Berunding di Riyadh
Pada Selasa kemarin, salah satu sumber di Yaman mengatakan kepada kantor berita Sputnik bahwa delegasi Houthi kini telah kembali ke Yaman dari Arab Saudi. Kini, mereka tengah berkonsultasi dengan pemimpin kelompok itu mengenai poin-poin akhir perjanjian perdamaian.
Konflik antara pasukan pemerintah dan pemberontak Houthi di Yaman telah berlangsung sejak 2014. Situasi memburuk pada 2015 setelah koalisi militer pimpinan Saudi bergabung dalam konflik tersebut dan membela kubu pemerintah.
Editor: Ahmad Islamy Jamil
- Sumatra
- Jawa
- Kalimantan
- Sulawesi
- Papua
- Kepulauan Nusa Tenggara
- Kepulauan Maluku