Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : PBNU Sebut Iuran Rp16,9 Triliun di Dewan Perdamaian Bentukan Trump untuk Bangun Gaza
Advertisement . Scroll to see content

Perundingan Gencatan Senjata Gaza antara Hamas-Israel Kembali Buntu

Senin, 26 Agustus 2024 - 08:21:00 WIB
Perundingan Gencatan Senjata Gaza antara Hamas-Israel Kembali Buntu
Kondisi Jalur Gaza semakin porak-poranda setelah Israel menggempur wilayah Palestina itu selama berbulan-bulan. (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

KAIRO, iNews.id - Putaran terbaru perundingan antara Hamas dan Israel terkait gencatan senjata di Gaza kembali menemui jalan buntu. Tidak ada kesepakatan yang dicapai kedua pihak saat bernegosiasi di Kairo, Mesir, Minggu (25/8/2024) kemarin.

Baik Hamas maupun Israel tidak menyetujui beberapa tawaran kompromi yang ditawarkan para mediator. Hal itu diungkapkan oleh dua sumber keamanan Mesir.

Kondisi tersebut menimbulkan keraguan tentang peluang suksesnya upaya negosiasi terbaru yang didukung Amerika Serikat itu, demi mengakhiri perang sudah berlangsung lebih dari 10 bulan.

Pada konferensi pers di Halifax, Kanada, Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan mengatakan, Washington DC masih bekerja keras bersama dengan para mediator dari Mesir dan Qatar serta Israel untuk meraih gencatan senjata dan kesepakatan pembebasan tawanan. Menurut dia, titik-titik kritis utama dalam perundingan yang sedang berlangsung di Kairo antara lain mencakup keberadaan pasukan Israel di hamparan tanah sempit sepanjang 14,5 km di sepanjang perbatasan selatan Gaza dengan Mesir. Israel menyebut area itu sebagai Koridor Philadelphi.

Sementara para mediator mengajukan sejumlah alternatif terhadap keberadaan pasukan Israel di Koridor Philadelphi dan Koridor Netzarim yang melintasi bagian tengah Jalur Gaza. Akan tetapi, tidak ada satu pun usulan itu yang diterima para pihak, kata sumber-sumber Mesir.

Israel juga menyatakan keberatan terhadap beberapa tahanan Palestina yang dituntut Hamas untuk dibebaskan. Israel pun menuntut mereka agar keluar dari Gaza jika mereka dibebaskan.

Hamas mengatakan, Israel telah menarik kembali komitmennya untuk menarik pasukan dari Koridor Philadelphi. Pihak zionis malah mengajukan persyaratan baru lainnya, termasuk penyaringan warga Palestina yang mengungsi saat mereka kembali ke wilayah utara Jalut Gaza yang lebih padat penduduknya saat gencatan senjata dimulai.

"Kami tidak akan menerima diskusi tentang penarikan kembali dari apa yang telah kami sepakati pada 2 Juli ataupun persyaratan baru," kata pejabat Hamas, Osama Hamdan, kepada TV al-Aqsa, Minggu.

Pada Juli lalu, Hamas telah menerima usulan AS untuk memulai perundingan tentang pembebasan para tawanan Israel, 16 hari setelah fase pertama (dari tiga fase) perjanjian yang dimaksudkan untuk mengakhiri perang Gaza. Hal itu diungkapkan seorang sumber senior Hamas mengatakan kepada Reuters.

Hamdan juga mengatakan, Hamas telah menyerahkan tanggapannya kepada para mediator atas usulan terbaru itu. Kelompok pejuang Palestina itu pun menegaskan, klaim AS beberapa hari lalu yang menyebut bahwa kesepakatan tentang gencatan senjata di Gaza sudah di depan mata adalah keliru.

Delegasi Hamas meninggalkan Kairo pada Minggu kemarin setelah mengadakan pembicaraan dengan para mediator. Pejabat senior Hamas, Izzat el-Reshiq mengatakan, pihaknya telah menegaskan kembali tuntutannya bahwa setiap perjanjian yang dihasilkan harus bisa menetapkan gencatan senjata permanen dan penarikan penuh pasukan Israel dari Gaza.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut