Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jebol Tembok Beton, Perampok Bobol Bank di Jerman Gasak Rp587 Miliar
Advertisement . Scroll to see content

Perusahaan Pos Jerman DHL Diperas Pakai Modus 'Teroris'

Senin, 04 Desember 2017 - 10:25:00 WIB
Perusahaan Pos Jerman DHL Diperas Pakai Modus 'Teroris'
Polisi mengamankan pasar Natal di Potsdam, Jerman, terkait paket mencurigakan (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

BERLIN, iNews.id – Polisi Jerman memastikan paket berisi petasan, kabel, dan paku yang dikirim ke sebuah apotek di dekat pasar Natal di Kota Potsdam pada Jumat 1 Desember 2017, tidak terkait dengan aksi teroris.

Menteri dalam negeri negara bagian Bradenburg, Karl Heinz Schroeter, mengatakan motif pengiriman paket berbahaya itu adalah pemerasan dengan korban DHL, perusahaan logistik yang mengantar barang itu.

Staf apotek di Potsdam menelepon polisi pada Jumat setelah mendapat kiriman paket mencurigakan. Akibatnya, pasar Natal sempat dievakusi untuk menghindari jatuhnya korban. Paket itu akhirnya berhasil dipindahkan oleh robot. Namun polisi yakni dari kandungannya paket itu bisa meledak.

"Saat mendekati Natal, bukan hanya saat-saat damai, tapi juga saat banyak hadiah dikirim. Tindakan pemerasan semacam ini tidak patut dicontoh," kata Schroeter, seperti dikutip dari Reuters.

Dia menambahkan, pengirim paket ini diyakni merupakan orang Berlin atau setidaknya masih tinggal di negara bagian Bradenburg. Negara bagian Bradenburg mengelilingi jantung ibu kota Jerman itu.

Mereka tidak menyebut berapa uang yang diminta. Namun para pelaku sudah mengirim pesan akan mengirim lebih banyak paket lagi yang bisa saja membunuh atau melukai orang lain, jika perusahaan pos milik Pemerintah Jerman itu menolak membayar uang.

Kepala Kepolisian Bradenburg Hans Juergen Moerke mengatakan pihaknya memiliki petunjuk untuk mengungkap kasus ini, yakni dari barcode yang berada di dalam paket.

Polisi masih menyelidiki kasus ini, sehingga belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut