Perusahaan Senjata Jerman Akan Bantu Pelihara Kendaraan Militer di Ukraina
BERLIN, iNews.id - Produsen senjata Jerman, Rheinmetall menyatakan akan membentuk usaha patungan dengan produsen senjata negara Ukraina. Kedua pihak akan bekerja sama memelihara kendaraan militer di Ukraina dan memproduksi beberapa peralatan.
Pernyaataan itu disampaikan Rheinmetall pada Jumat (12/5/2023). Tahap pertama dari perjanjian antara Rheinmetall dan pabrikan UkrOboronProm terkait pemeliharaan dan perbaikan kendaraan yang dikirim ke Ukraina.
"Nantinya, mereka berencana untuk bersama-sama memproduksi beberapa peralatan perusahaan Jerman di Ukraina," kata Rheinmetall seperti dilansir dari thedefensepost.
Sebelumnya, sekutu Ukraina itu telah mengirimkan peralatan militer dalam jumlah besar. Di antaranya kendaraan tempur lapis baja dan tank tempur berat untuk membantu Kiev melawan Rusia.
Rudal Ukraina Dilaporkan Capai Luhansk, Lebih Jauh dari Jangkauan HIMARS Kiriman AS
"Rheinmetall berusaha untuk memastikan bahwa bantuan mencapai Ukraina secepat dan seefisien mungkin,” kata CEO, Armin Papperger.
Perusahaan tidak memberikan perincian lebih lanjut, tetapi harian keuangan Handelsblatt melaporkan, persiapan sedang dilakukan untuk membangun tank di Ukraina.
Infografis Inggris Memasok Rudal Jarak Jauh ke Ukraina
Dalam sebuah wawancara di bulan Maret, Papperger mengatakan, perusahaan sedang mengadakan pembicaraan untuk membangun pabrik tank di Ukraina. Perusahaan telah menandatangani perjanjian awal.
Usaha patungan itu diharapkan akan beroperasi mulai pertengahan Juli.
Nekat! Inggris Kirim Rudal Jelajah Jarak Jauh ke Ukraina
Sejak Rusia menginvasi Ukraina tahun lalu, Jerman telah menjadi salah satu pendukung militer terbesar Ukraina. Jerman mengirimkan beragam persenjataan ke Kiev.
Setelah mendapat tekanan terus-menerus awal tahun ini, Kanselir Olaf Scholz setuju bahwa tank tempur Leopard buatan Jerman dapat dikirim ke Ukraina. Berlin sejak itu mengirimkan beberapa tank Leopardnya sendiri ke Kiev.
Infografis Brasil Ajak Indonesia Damaikan Rusia dan Ukraina
Editor: Umaya Khusniah