Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Wah, Trump Batalkan Seluruh Instruksi Presiden Era Joe Biden yang Diteken Pakai Autopen
Advertisement . Scroll to see content

Perusahaan Teknologi AS Bisa Deteksi Pergerakan Presiden Putin?

Senin, 04 Maret 2024 - 21:06:00 WIB
Perusahaan Teknologi AS Bisa Deteksi Pergerakan Presiden Putin?
Perusahaan teknologi AS disebut berupaya melacak keberadaan Presiden Rusia Vladimir Putin (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Perusahaan teknologi Amerika Serikat (AS), PlanetRisk, disebut berupaya melacak keberadaan Presiden Rusia Vladimir Putin. PlanetRisk diklaim memiliki hubungan dekat dengan badan intelijen CIA serta Departemen Pertahanan (Pentagon).

Wired, mengutip buku terbaru Byron Tau, mantan jurnalis The Wall Street Journal (WSJ), melaporkan PlanetRisk menggunakan alat yang dibuat untuk melacak pergerakan orang-orang dekat Putin.

Alat yang awalnya diberi nama Locomotive sebelum diganti menjadi VISR (Virtual Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance) itu bekerja dengan memanfaatkan data geolokasi yang digunakan oleh pengiklan digital. Alat itu bisa mendeteksi orang-orang yang dekat dengan Putin.

Dalam buku 'Means of Control: How the Hidden Alliance of Tech and Government is Creating a New American Surveillance State', Tau mengungkap, seorang peneliti Mike Yeagley pertama kali menyadari potensi menfaat dari sejumlah besar data yang dikumpulkan oleh aplikasi tertentu pada pertengahan tahun 2010-an.

Perusahaan-perusahaan teknologi rutin mengumpulkan data itu kemudian menjualnya kepada pengiklan yang bersedia membayar, menjadikannya lahan yang sangat menjanjikan.

Yeagley, spesialis pengumpul data unik untuk dijual ke organisasi pemerintah, pertama kali bereksperimen melalui pembatasan wilayah untuk melacak pegawai organisasi pemerintah AS. Metode itu dilaporkan terbukti berhasil dalam mengumpulkan data pribadi staf yang menggunakan aplikasi tertentu, seperti kencan, cuaca, serta game, yang mengharuskan pengguna mengaktifkan lokasinya.

Pada 2015, Yeagley direkrut oleh PlaceIQ, perusahaan yang menerima modal dari ventura CIA, In-Q-Tel. Dia kemudian pindah ke perusahaan startup lain, PlanetRisk.

“CIA tertarik pada perangkat lunak yang dapat menganalisis dan memahami pergerakan geografis manusia dan benda,” demikian isi buku.

Menurut Tau, selama uji coba, Lokomotive digunakan untuk mendeteksi pergerakan warga di Suriah yang dilanda perang saudara hampir secara real time. Itu termasuk beberapa operasi pasukan khusus AS yang diam-diam dikerahkan ke negara tersebut.

“Setelah memperoleh kumpulan data tentang Rusia, tim menyadari bahwa mereka dapat melacak telepon di rombongan Presiden Rusia Vladimir Putin,” demikian keterangan buku, seperti dilaporkan Wired.

Meski sampai saat ini tidak ada perangkat teknologi yang bisa dikaitkan dengan Putin, PlanetRisk yakin alat tersebut memiliki akses ke smartphone milik sopir, pengawal, ajudan, serta staf pendukung Putin lainnya. Orang-orang tersebut diduga dapat dilacak menggunakan data iklan, yang berarti rute dan lokasi Putin dapat teridentifikasi.

Menurut buku itu, organisasi-organisasi pemerintah AS sangat puas dengan alat buatan Yeagley hingga berubah menjadi VISR.

Namun Tau mengklaim bahwa entitas lain, terutama Israel, telah membangun alat pelacak sendiri dengan menggunakan prinsip yang sama. Alat itu kini tersedia untuk klien lebih luas secara global, bukan hanya untuk badan intelijen AS.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut