Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kebakaran Bar di Swiss saat Pesta Tahun Baru Tewaskan 47 Orang, Banyak Korban Turis Asing
Advertisement . Scroll to see content

Pesan Tahun Baru, Zelensky Tegaskan Tak Akan Menyerah Lawan Rusia

Jumat, 02 Januari 2026 - 06:51:00 WIB
Pesan Tahun Baru, Zelensky Tegaskan Tak Akan Menyerah Lawan Rusia
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menegaskan negaranya tidak akan menyerah dalam menghadapi agresi Rusia. (Foto: ist)
Advertisement . Scroll to see content

KIEV, iNews.id - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menegaskan negaranya tidak akan menyerah dalam menghadapi agresi Rusia. Dalam pidato Tahun Baru 2026, Zelensky menolak tegas perdamaian dengan harga apa pun jika harus mengorbankan kedaulatan dan masa depan Ukraina.

Zelensky menegaskan Ukraina memang menginginkan perang segera berakhir, namun bukan dengan syarat yang melemahkan posisi Kyiv. Ia secara khusus menyinggung tuntutan Rusia agar Ukraina menyerahkan empat wilayahnya sebagai bagian dari kesepakatan damai.

“Kami menginginkan akhir dari perang, tapi bukan akhir dari Ukraina,” ujar Zelensky dalam pesannya.

Dia mengakui rakyat Ukraina sangat lelah setelah hampir 4 tahun perang berkepanjangan. Namun, kelelahan itu tidak berarti Ukraina siap menyerah.

“Apakah kita lelah? Sangat. Apakah itu berarti kita siap untuk menyerah? Mereka yang berpikir seperti itu, sangat keliru,” katanya.

Pidato Zelensky ini disampaikan di tengah eskalasi retorika antara Kiev dan Moskow pada momen pergantian tahun. 

Sebelumnya, Presiden Vladimir Putin, dalam pidato Tahun Baru, mengungkapkan keyakinannya bahwa Rusia akan memenangkan perang di Ukraina serta menyerukan dukungan penuh rakyat Rusia terhadap pasukan militernya.

Situasi semakin memanas setelah Rusia menuding Ukraina mengerahkan puluhan drone untuk menyerang wilayah Rusia, termasuk dugaan upaya menyerang kediaman Putin. Moskow mengklaim seluruh drone berhasil ditembak jatuh dan berjanji akan membalas dengan serangan yang lebih keras.

Ukraina membantah tudingan tersebut dan menyebutnya sebagai dalih Rusia untuk meningkatkan serangan ke Kiev.

Di sisi lain, Zelensky mengungkapkan proses perundingan damai yang dimediasi Amerika Serikat telah mencapai sekitar 90 persen kesepakatan. Meski demikian, dia menekankan bahwa 10 persen sisanya justru menjadi bagian paling krusial.

“Sepuluh persen sisanya akan menentukan nasib perdamaian, nasib Ukraina dan Eropa, serta bagaimana semua orang akan hidup ke depan,” ujarnya.

Pernyataan Zelensky menegaskan sikap Kiev yang tetap bertahan dan melawan, sekaligus mengirim pesan bahwa Ukraina tidak akan tunduk pada tekanan Rusia meski perang telah menguras energi, ekonomi, dan kehidupan rakyatnya.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut