Pesan Terakhir Jane Goodall sebelum Meninggal Dunia, Sangat Menyentuh!
JAKARTA, iNews.id - Kabar kematian Jane Goodall, seorang aktivis lingkungan, ahli primata, dan konservasionis dunia menjadi trending topic di X. Banyak orang merasa kehilangan, termasuk para pemimpin dunia.
Ya, mantan presiden Amerika Serikat Barack Obama misalnya. Melalui X, dia menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Jane Goodall. Bagi Barack Obama, Jane Goodall adalah sosok perempuan yang memiliki kemampuan luar biasa untuk menginspirasi seluruh manusia agar terhubung dengan keajaiban alam dunia.
"Karyanya yang inovatif tentang primata serta pentingnya konservasi telah membuka pintu bagi generasi perempuan di dunia sains. Michelle dan saya memikirkan semua orang yang mencintai dan mengaguminya," ungkap Obama, dikutip Kamis (2/10/2025).
Di sisi lain, pernyataan Jane Goodall di beberapa acara sebelum dirinya meninggal dunia pun viral. Di acara itu, Jane membagikan beberapa pandangan dia soal masa depan dan memberikan pesan untuk manusia di era sekarang.
Kabar Duka, Ahli Primata Jane Goodall Meninggal Dunia di Usia 91 Tahun
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi kita semua. Lantas, apa yang disampaikan Jane Goodall sebelum meninggal dunia? Simak beritanya sampai selesai.
Kabar Duka, Zuza Beine TikToker Pejuang Kanker Meninggal Dunia di Usia 14 Tahun
Berbicara di forum Forbes Sustainability Leaders Summit 2025, Jane memberi teguran kepada semua orang yang berlaku buruk kepada Bumi tercinta.
"Kita, manusia, adalah spesies paling intelektual yang pernah hidup di planet ini, tapi kita tidak cerdas. Kalau kamu cerdas, kamu tidak akan menghancurkan satu-satunya rumahmu," kata Jane Goodall.
Kabar Duka, Penulis Lagu Brett James Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Pesawat
Tak hanya itu, di salah satu video viral Goodall menyampaikan bahwa penting bagi setiap manusia untuk tetap memiliki harapan. Baginya, harapan yang akan membuat seseorang merasa terus hidup dan berbuat lebih untuk makhluk lainnya.
"Alasan saya terus melanjutkan hidup, karena jika kita kehilangan harapan, kita akna menjadi manusia yang apatis. Kita tidak akan berbuat apa-apa. Kita tidak akan membawa anak-anak ke dunia di mana kita berasal," kata Goodall.
"Mereka percaya bahwa semuanya itu tidak ada harapan. Kita tidak ingin hal itu. Saya masih percaya, masih banyak orang di luar sana yang mau berusaha, beraksi, atas apa yang kita percayai, itulah harapan untuk masa depan planet kita," tambahnya.
Sebagai informasi, Jane Goodall lahir di London pada 3 April 1934. Sejak kecil, Goodall sudah memperlihatkan minat yang besar terhadap dunia hewan, itu kenapa mainan kesukaannya adalah boneka simpanse yang diberi nama Jubilee.
Rasa cintanya yang begitu besar terhadap hewan membawanya ke Tanzania untuk meneliti simpanse liar di Gombe Stream. Sebelum itu, dia rela bekerja sebagai sekretaris dan pelayan restoran untuk bisa menabung demi mewujudkan mimpinya pergi ke Afrika.
Mimpi itu terwujud pada 1957, karena Goodall berhasil terbang ke Kenya dan bertemu dengan antropolog Louis Leakey. Dari Leakey, Goodall kemudian dikirim ke Tanzania.
Warisan Goodall diakui dunia. Pada 2002 ia ditunjuk sebagai Messenger of Peace PBB. Ia menerima berbagai penghargaan internasional dan bahkan memiliki hari khusus di Los Angeles yang dinamai sesuai namanya.
Jane Goodall juga merupakan anggota Advisory Board Mongabay, memperkuat dedikasinya pada jurnalisme lingkungan dan konservasi global.
Editor: Muhammad Sukardi