Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Trump Iming-Iming Setiap Warga Greenland Rp16 Miliar agar Mau Gabung Amerika
Advertisement . Scroll to see content

Pesawat Terakhir AS Tinggalkan Afghanistan, Taliban: Kami Merdeka Sepenuhnya

Selasa, 31 Agustus 2021 - 05:53:00 WIB
Pesawat Terakhir AS Tinggalkan Afghanistan, Taliban: Kami Merdeka Sepenuhnya
Taliban merayakan kemenangan setelah pasukan AS terakhir meninggalkan bandara Kabul, Afghanistan (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

KABUL, iNews.id - Taliban mendeklarasikan kemerdekaan sepeunuhnya atas kepergian pasukan Amerika Serikat (AS) dari Afghanistan, Senin (30/8/2021) tengah malam. Negeri Paman Sam telah menarik semua pasukannya dari Afghanistan setelah perang selama 20 tahun.

Juru bicara Taliban Qari Yusuf mengatakan, tentara AS terakhir meninggalkan Bandara Internasional Hamid Karzai, Kabul.

"Negara kami mendapatkan kemerdekaan penuh," katanya, kepada stasiun televisi Al Jazeera, Selasa (31/8/2021) dini hari.

Pasukan Taliban menyaksikan pesawat AS terakhir meninggalkan bandara Kabul, menghilang di langit pada Senin tengah malam. Mereka merayakan dengan menembakkan senjata ke udara, sebagai pertanda kemenangan atas perang yang berlangsung sejak 2001. 

"Lima pesawat terakhir telah pergi, berakhir sudah. Saya tidak bisa mengungkapkan kebahagiaan ini dengan kata-kata. Pengorbanan kami selama 20 tahun telah berhasil," kata Hemad Sherzad, seorang pejuang Taliban yang ditugaskan menjaga bandara Kabul, dikutip dari Associated Press.

Sementara itu di Washington DC, Kepala Komando Pusat AS Frank McKenzie mengumumkan selesainya perang terpanjang negaranya dan upaya evakuasi. Dia mengatakan pesawat terakhir lepas landas dari bandara Kabul pukul 15.29 waktu Washington DC atau 1 menit sebelum pergantian hari ke Selasa di Kabul.

Namun dia menegaskan tidak semua warga sipil dievakuasi dari Afghanistan.

"Kami tidak membawa semua orang yang kami inginkan," katanya.

Sebelumnya McKenzie mengatakan Taliban sangat membantu proses evakuasi warga AS. Namun dia juga mengungkap kesulitan yang mungkin dihadapi Taliban dalam menjalankan pemerintahan Afghanistan ke depannya.

Menurut dia, Taliban tampaknya akan kesulitan dalam mengamankan Kabul beberapa hari mendatang karena ancaman serangan dari ISIS-K, kelompok afiliasi ISIS. Ini karena Taliban telah membebaskan anggota ISIS dari penjara, sehingga jumlahnya bertambah menjadi sekitar 2.000 orang.

“Sekarang mereka akan menuai apa yang mereka tabur,” kata McKenzie.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut