Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Wow, YouTube Bayar Rp410 Miliar gara-gara Blokir Akun Trump
Advertisement . Scroll to see content

Pilpres AS Diwarnai Kerusuhan, Demonstran Anti-Trump Bakar Bendera Amerika

Kamis, 05 November 2020 - 07:22:00 WIB
Pilpres AS Diwarnai Kerusuhan, Demonstran Anti-Trump Bakar Bendera Amerika
Demonstran melempari polisi dengan suara dan kembang api dalam demonstrasi yang berujung ricuh di kota Seattle dan Minneapolis di hari pemilihan presiden AS pada Rabu (3/11/2020) malam waktu setempat. (foto: The Sun)
Advertisement . Scroll to see content

MINNEAPOLIS, iNews.id - Pilpres Amerika Serikat 2020 diwarnai aksi demo dan kerusuhan yang terjadi di banyak negara bagian. Para demonstran melakukan aksi vandalisme serta membakar bendera Amerika.

The Sun melaporkan, ribuan demonstran Black Lives Matter (BLM) berkumpul di pusat kota Minneapolis, Rabu (3/11/2020) malam waktu setempat. Mereka meneriakkan yel-yel anti-Trump serta menolak pemilu presiden tahun ini yang dianggap sia-sia.

Massa menyuarakan ketidakadilan serta kebrutalan polisi kepada warga kulit hitam di Amerika Serikat. Mereka mengecam Trump yang dianggap terlalu menjungjung supremasi kulit putih dan mengabaikan hak-hak kulit hitam.

Di Portland, Oregon, demonstran terlibat bentrokan dengan polisi antihuru-hara. Insiden serupa terjadi di kota Seattle, polisi taktis SWAT diturunkan untuk meredam massa yang bertindak anarkis.

Masa anti-Trump bakar bendera Amerika Serikat

Demonstran semakin membesar setelah massa dari kelompok antifa dan Black Block bergabung. Mereka merupakan kelompok yang juga menggalang massa saat demo BLM pada Agustus hingga Oktober kemarin.

Massa melempari polisi dengan suara, kembang api, serta petasan. Polisi membalas serangan tersebut dengan melepaskan tembakan gas air mata.

Tak sampai disitu, demonstran juga melakukan aksi vandalisme serta pembakaran bendera Amerika Serikat.

Demonstran anti-Trump melakukan aksi pembakaran bendera Amerika Serikat dalam unjuk rasa yang berujung ricuh di Seattle, Rabu (3/11/2020) malam waktu setempat. (foto: The Sun)
Demonstran anti-Trump melakukan aksi pembakaran bendera Amerika Serikat dalam unjuk rasa yang berujung ricuh di Seattle, Rabu (3/11/2020) malam waktu setempat. (foto: The Sun)

Polisi Seattle mengamankan delapan orang demonstran yang diduga sebagai provokator serta perusak fasilitas umum. Belum ada laporan korban luka dalam insiden tersebut.

Laporan jurnalis The Sun yang berada di lokasi, aksi demo tersebut sama sekali tidak terkait pilpres AS, melainkan aksi lanjutan menuntut keadilan warga kulit hitam menyusul kematian George Floyd pada Agustus lalu di tangan polisi Minnesota.

Ribuan masa kepung Gedung Putih

Unjuk rasa juga terjadi di sekitar Gedung Putih, Washington DC. Ratusan pendukung Donald Trump berkumpul menuntut keadilan dalam perhitungan suara Pilpres AS 2020.

Ribuan orang berkumpul di depan Gedung Putih, mereka menolak membubarkan diri sampai Donald Trump kembali terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat. (foto: The Sun)
Ribuan orang berkumpul di depan Gedung Putih, mereka menolak membubarkan diri sampai Donald Trump kembali terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat. (foto: The Sun)

Polisi sempat mengkhawatirkan akan ada gesekan antara pendukung Trump dan anti-Trump, namun hal tersebut tidak terjadi. Unjuk rasa berlangsung tertib dan terkendali.

"Kami akan mendukung demonstrasi lanjutan," kata petugas polisi.

"Namun, setiap tindakan kekerasan perusakan properti atau tindakan terhadap petugas akan mengakibatkan kami mengambil tindaan, melakukan penangkapan, atau berpotensi menggunakan bahan kimia atau amunisi yang tidak mematikan," ujarnya.

Dalam perolehan suara elektoral sementara Pilpres 2020, capres Partai Demokrat Joe Biden tengah unggul 264 suara dari Trump yang memperoleh 214 suara elektoral.

Editor: Arif Budiwinarto

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut