Pilpres AS Diwarnai Kerusuhan, Demonstran Anti-Trump Bakar Bendera Amerika
MINNEAPOLIS, iNews.id - Pilpres Amerika Serikat 2020 diwarnai aksi demo dan kerusuhan yang terjadi di banyak negara bagian. Para demonstran melakukan aksi vandalisme serta membakar bendera Amerika.
The Sun melaporkan, ribuan demonstran Black Lives Matter (BLM) berkumpul di pusat kota Minneapolis, Rabu (3/11/2020) malam waktu setempat. Mereka meneriakkan yel-yel anti-Trump serta menolak pemilu presiden tahun ini yang dianggap sia-sia.
Massa menyuarakan ketidakadilan serta kebrutalan polisi kepada warga kulit hitam di Amerika Serikat. Mereka mengecam Trump yang dianggap terlalu menjungjung supremasi kulit putih dan mengabaikan hak-hak kulit hitam.
Di Portland, Oregon, demonstran terlibat bentrokan dengan polisi antihuru-hara. Insiden serupa terjadi di kota Seattle, polisi taktis SWAT diturunkan untuk meredam massa yang bertindak anarkis.
Pilpres AS, Unggul di Michigan Perolehan Suara Biden Menjauh dari Trump
Masa anti-Trump bakar bendera Amerika Serikat
Pilpres AS, Joe Biden Cukup Menang di 3 Negara Bagian Ini untuk Singkirkan Trump
Demonstran semakin membesar setelah massa dari kelompok antifa dan Black Block bergabung. Mereka merupakan kelompok yang juga menggalang massa saat demo BLM pada Agustus hingga Oktober kemarin.
Massa melempari polisi dengan suara, kembang api, serta petasan. Polisi membalas serangan tersebut dengan melepaskan tembakan gas air mata.
LIVE PETA HASIL PILPRES AS 2020
Tak sampai disitu, demonstran juga melakukan aksi vandalisme serta pembakaran bendera Amerika Serikat.
Polisi Seattle mengamankan delapan orang demonstran yang diduga sebagai provokator serta perusak fasilitas umum. Belum ada laporan korban luka dalam insiden tersebut.
Laporan jurnalis The Sun yang berada di lokasi, aksi demo tersebut sama sekali tidak terkait pilpres AS, melainkan aksi lanjutan menuntut keadilan warga kulit hitam menyusul kematian George Floyd pada Agustus lalu di tangan polisi Minnesota.
Ribuan masa kepung Gedung Putih
Unjuk rasa juga terjadi di sekitar Gedung Putih, Washington DC. Ratusan pendukung Donald Trump berkumpul menuntut keadilan dalam perhitungan suara Pilpres AS 2020.
Polisi sempat mengkhawatirkan akan ada gesekan antara pendukung Trump dan anti-Trump, namun hal tersebut tidak terjadi. Unjuk rasa berlangsung tertib dan terkendali.
"Kami akan mendukung demonstrasi lanjutan," kata petugas polisi.
"Namun, setiap tindakan kekerasan perusakan properti atau tindakan terhadap petugas akan mengakibatkan kami mengambil tindaan, melakukan penangkapan, atau berpotensi menggunakan bahan kimia atau amunisi yang tidak mematikan," ujarnya.
Dalam perolehan suara elektoral sementara Pilpres 2020, capres Partai Demokrat Joe Biden tengah unggul 264 suara dari Trump yang memperoleh 214 suara elektoral.
Editor: Arif Budiwinarto