Pilpres Iran, Ini Presiden Pengganti Raisi yang Didambakan Pemimpin Tertinggi Khamenei
DUBAI, iNews.id - Iran memulai proses pemilihan presiden (pilpres) untuk mencari pengganti Ebrahim Raisi yang tewas dalam kecelakaan helikopter. Beberapa figur sudah mendaftar untuk menjadi peserta pilpres sebelum menjalani seleksi oleh Dewan Pelindung. Pilpres Iran akan digelar pada 28 Juni, setahun lebih cepat dari semestinya.
Pengamat politik Iran Saeed Leylaz mengatakan, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei berharap presiden pengganti Raisi merupakan sosok yang setia. Raisi merupakan tokoh garis keras yang sejalan dengan pemikiran Khamenei. Bahkan Raisi disebut-sebut sebagai calon pengganti Khamenei sebagai pemimpin agung Iran jika tak meninggal.
Khamenei, kata Leylaz, membutuhkan presiden yang loyal untuk menjaga keharmonisan serta meenciptakan stabilitas dalam menjalankan pemerintahan.
“Presiden berikutnya kemungkinan besar adalah seorang garis keras yang setia kepada Khamenei dengan latar belakang Garda Revolusi. Seseorang dengan latar belakang yang tidak cacat dan tidak memiliki saingan politik,” kata Leylaz, dikutip dari Reuters.
Ini Kandidat Perempuan Pertama yang Terdaftar di Pilpres Iran Pascakematian Presiden Raisi
Pendaftaran bakal calon presiden dibuka pada Kamis (30/5/2024). Para peserta pilpres kemudian akan diseleksi oleh Dewan Pelindung, badan pengawas yang berhak membatalkan pencalonan seorang kandidat.
Beberapa sumber di pemerintahan mengatakan, ada diskusi di antara para pemimpin mengenai bagaimana menangani pilpres yang dipercepat ini.
Pilpres Cepat Iran, 3 Kandidat sudah Terdaftar di Hari Pertama Pendaftaran
“Hasilnya, tujuan utama harusnya mengamankan terpilihnya seorang presiden yang sangat setia kepada pemimpin tertinggi dan cita-citanya. Jumlah pemilih yang kecil pasti menjamin terpilihnya presiden seperti itu,” kata seorang sumber.
Terpilihnya presiden dari kalangan garis keras akan membuka jalan bagi transisi yang mulus ke puncak kekuasaan untuk menggantikan Khamenei jika meninggal.
Para pengamat sepakat, untuk memastikan pemenang pilpres adalah loyalis Khamenei, pemilu mendatang akan didominasi oleh calon-calon dari kelompok garis keras yang memiliki pandangan serupa. Oleh karena itu, siapa pun pemenangnya tak akan masalah bagi Khamenei.
Editor: Anton Suhartono