Pimpin ASEAN, Indonesia Komitmen Selesaikan Sengketa Laut China Selatan dengan Negosiasi
JAKARTA, iNews.id - Indonesia ingin berperan dalam menyelesaikan sengketa Laut China Selatan (LCS) selama memegang keketuaan ASEAN tahun ini. Upaya itu diwujudkan dengan mengintensifkan negosiasi Code of Conduct (COC) yang melibatkan China maupun negara ASEAN.
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi mengatakan, Indonesia ingin menyelesaikan negosiasi COC sesegera mungkin.
“Kami juga membahas COC, komitmen anggota untuk menyelesaikan negosiasi COC secepat mungkin,” kata Retno, saat menutup pertemuan para Menlu ASEAN, di Jakarta, Sabtu (4/2/2023).
Negosiasi kerangka kerja guna membantu mengatasi sengketa teritorial dan maritim di jalur perairan terhenti sejak beberapa tahun. Alasannya beberapa negara ASEAN lebih memprioritaskan untuk menjaga hubungan bilateral dengan China, ketimbang menyelesaikannya dengan konsensus bersama.
Pertama Kali dalam Sejarah, Indonesia Sambut Timor Leste di Pertemuan ASEAN
Menurut Retno, Indonesia sedang mempersiapkan menjadi tuan rumah beberapa putaran negosiasi COC tahun ini. Pertemuan pertama dijadwalkan berlangsung pada Maret.
China mengklaim hampir seluruh wilayah perairan Laut China Selatan berdasarkan sembilan garis putus-putus. Namun Pengadilan Arbitrase Permanen di Den Haag pada 2016 membantah klaim itu dengan menyebutnya tidak memiliki dasar hukum.
Beberapa negara ASEAN, yakni Filipina, Vietnam, Malaysia, dan Brunei Darussalam juga mengklaim wilayah yang diakui China itu.
Indonesia juga bersinggungan dengan China soal perairan Laut Natuna Utara. China memprotes eksplorasi cadangan minyak dan gas oleh Indonesia di Laut Natuna Utara. Bahkan pada Januari, TNI AL mengirim kapal perang ke perairan itu untuk memantau aktivitas kapal Penjaga pantai China.
Editor: Anton Suhartono