PM Denmark Frederiksen: Jika AS Serang Greenland, NATO Tamat!
KOPENHAGEN, iNews.id - Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat (AS) menyusul ambisi Presiden Donald Trump untuk merebut Greenland. Frederiksen menegaskan, jika AS benar-benar menyerang wilayah semi-otonomi Denmark itu menggunakan kekuatan militer, hal itu akan menjadi akhir dari alinasi pertahanan Translantik NATO.
Peringatan tersebut muncul setelah seorang pejabat Gedung Putih mengungkapkan, Trump telah membahas berbagai opsi untuk menguasai Greenland, termasuk penggunaan kekuatan militer. Langkah itu disebut sebagai bagian dari prioritas keamanan nasional AS, meski Denmark merupakan sesama anggota NATO.
Presiden dan timnya sedang membahas berbagai opsi untuk mewujudkan tujuan kebijakan luar negeri yang penting ini, dan tentu saja, penggunaan militer AS selalu menjadi pilihan yang tersedia bagi Panglima Tertinggi,” ujar pejabat Gedung Putih kepada BBC, dikutip Rabu (7/1/2026).
Frederiksen menegaskan, serangan AS terhadap Greenland akan menghancurkan fondasi aliansi pertahanan trans-Atlantik yang dibangun sejak Perang Dunia II.
“Jika Amerika Serikat memutuskan untuk menyerang negara NATO lain secara militer, maka semuanya akan berakhir, termasuk NATO dan keamanan pasca-Perang Dunia II,” kata Frederiksen, dalam wawancara dengan stasiun televisi Denmark, TV2.
Dia menambahkan, pemerintah Denmark akan melakukan segala upaya untuk mencegah serangan terhadap Greenland. Frederiksen juga menuding AS telah menerapkan tekanan yang tidak dapat diterima dan bertentangan dengan hukum internasional.
“Anda tidak bisa masuk dan mengambil alih sebagian wilayah negara lain,” tuturnya.
Ketegangan ini mendorong enam negara anggota NATO di Eropa untuk menyatakan dukungan terbuka kepada Denmark. Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Polandia, Spanyol, bersama Denmark, menegaskan bahwa masa depan Greenland tidak bisa ditentukan secara sepihak.
“Greenland adalah milik rakyatnya, dan hanya Denmark dan Greenland yang bisa memutuskan hal-hal yang menyangkut hubungan mereka,” bunyi pernyataan bersama para pemimpin Eropa tersebut.
Editor: Anton Suhartono