Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gempa M5,9 Guncang Jepang Bertitik Pusat di Darat, Puluhan Orang Luka
Advertisement . Scroll to see content

PM Jepang Takaichi Kisahkan Rumah Dinasnya Angker, Ada Kecoak Juga

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:06:00 WIB
PM Jepang Takaichi Kisahkan Rumah Dinasnya Angker, Ada Kecoak Juga
Sanae Takaichi mengungkap kisah unik tentang kediaman dinasnya yang selama ini dikenal angker (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

TOKYO, iNews.id - Perdana Menteri JepangSanae Takaichi mengungkap kisah unik tentang kediaman dinasnya yang selama ini dikenal angker. Takaichi mengaku belum pernah melihat hantu di bangunan tersebut, meski rumah itu memiliki sejarah kelam karena pernah menjadi lokasi pembunuhan perdana menteri dan percobaan kudeta.

Alih-alih menemukan penampakan makhluk gaib, Takaichi justru mengaku pernah menemukan kecoak di kediaman dinasnya. 

Kediaman dinas Takaichi bukan bangunan biasa. Rumah tersebut memiliki sejarah panjang dan kelam dalam politik Jepang. Bangunan yang didirikan pada akhir 1920-an itu menjadi lokasi Perdana Menteri Tsuyoshi Inukai dibunuh dalam percobaan kudeta pada 1932.

Empat tahun kemudian, kediaman tersebut kembali menjadi salah satu lokasi percobaan kudeta yang gagal. Sejumlah orang tewas dalam rangkaian peristiwa yang kemudian dikenal sebagai Insiden 15 Mei dan Insiden 26 Februari.

Sejarah berdarah tersebut membuat kediaman perdana menteri itu lama dikaitkan dengan kisah-kisah mistis. Sejumlah orang bahkan percaya arwah para korban masih menghantui bangunan tersebut.

Namun, Takaichi mengaku tidak pernah melihat hantu selama tinggal di sana.

Dia justru lebih banyak menghabiskan waktu di rumah dinasnya, di samping di kantor perdana menteri untuk bertugas. Takaichi juga mengerjakan sendiri sejumlah pekerjaan rumah tangga selama tinggal di bangunan tersebut.

Kisah itu disampaikan Takaichi melalui serangkaian unggahan di media sosial X ketika dirinya tengah mendapat sorotan karena lebih sering bekerja dari kediaman dinas dibandingkan menghabiskan waktu di kantor perdana menteri.

Takaichi menegaskan, kediaman dinas bukan sekadar tempat tinggal. Dia telah mengubahnya menjadi lingkungan kerja sehingga dapat menjalankan tugas pemerintahan kapan saja, termasuk pada malam hari dan hari libur.

"Saya telah menciptakan lingkungan untuk bekerja, baik di kantor maupun kediaman dinas. Ini memungkinkan saya untuk membuat penilaian yang diperlukan dan mengambil tindakan dengan cepat, baik di pagi, malam, atau hari libur," kata Takaichi, seperti dikutip dari Kyodo, Selasa (25/8/2026).

Menurut dia, bekerja dari kediaman dinas juga membantu mengurangi beban staf di kantor perdana menteri. Jika dirinya terus berada di kantor hingga larut malam, diperlukan tambahan petugas keamanan dan personel lainnya untuk mendukung jam kerja yang lebih panjang.

"Saya menjalankan tugas-tugas yang diperlukan (sepanjang hari dan malam)," ujarnya.

Takaichi yang menjabat sebagai Perdana Menteri Jepang sejak Oktober 2025 tersebut pindah ke kediaman dinas pada Desember. Bangunan tersebut berada tepat di sebelah kantor perdana menteri.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut