Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Duh, Warga Greenland Tak Bisa Tidur gara-gara Takut Ancaman Trump
Advertisement . Scroll to see content

PM Pakistan Imran Khan Dikecam karena Menyebut Osama bin Laden Mati Syahid

Jumat, 26 Juni 2020 - 05:42:00 WIB
PM Pakistan Imran Khan Dikecam karena Menyebut Osama bin Laden Mati Syahid
Imran Khan (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

ISLAMABAD, iNews.id - Perdana Menteri Pakistan Imran Khan dikecam karena menyebut mantan pemimpin Al Qaeda Osama bin Laden mati syahid.

Osama tewas dalam serangan pasukan khusus Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) di Abbottabad, Pakistan, pada 2 Mei 2011.

Pernyataan tersebut disampaikan Khan di parlemen. Saat itu dia menggambarkan sejarah permasalahan hubungan Pakistan dengan AS sejak tewasnya Osama.

"AS datang ke Abbottabad dan membunuh Osama bin Laden. Dia syahid," kata Khan, dikutip dari AFP, Jumat (26/6/2020).

Setelah pidato yang juga disiarkan di televisi itu, Khan menghadapi kecaman dari tokoh oposisi dan pengamat.

"Imran Khan telah mengotak-atik sejarah, menyatakan Osama bin Laden sebagai syahid," kata mantan Menteri Luar Negeri Khawaja Asif.

"Muslim di seluruh dunia sedang berjuang karena diskriminasi yang mereka hadapi karena terorisme baru-baru ini dan PM kami membuatnya lebih buruk dengan menyebut OBL (Osama) seorang syahid,” kata Meena Gabeena, seorang aktivis Pakistan, dalam cuitan.

Sementara itu kantor perdana menteri tidak memberikan komentar, namun Menteri Sains dan Teknologi Fawad Chaudhry menyebut Khan keceplosan.

Konflik kedua negara saat itu tak lepas dari tuduhan AS bahwa Pakistan menyembunyikan keberaraan Osama. Namun Pakistan berkali-kali menepis tuduhan itu.

Pakar intelijen Asad Durrani mengatakan kepada Al Jazeera pada 2015, badan Intelijen Pakistan (ISI) kemungkinan mengetahui di mana Osama bersembunyi. Namun menutupi informasi itu dengan tujuan akan digunakan sebagai alat tawar-menawar dengan AS.

Namun Khan berulang kali membuat pernyataan, termasuk saat berkunjung ke AS pada 2019. Dia mengatakan ISI sudah memberikan informasi kepada AS yang membantu mereka menemukan Osama.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut