PM Vietnam Bersumpah Hukum Warganya jika Sembunyikan Virus Korona
HANOI, iNews.id - Vietnam bersumpah menghukum siapa saja yang menyembunyikan penyakit setelah 13 orang tertular virus korona dalam penerbangan ke Hanoi. Virus korona memicu isolasi dan kepanikan di ibu kota.
Negara Asia Tenggara itu sebelumnya hanya melaporkan 16 kasus korona, meskipun berbatasan dengan China yang jadi pusat penyebaran wabah. Namun sekelompok orang yang terinfeksi virus ditemukan akhir pekan lalu di antara 201 penumpang dalam penerbangan Vietnam Airlines dari Inggris.
Kelompok itu dikarantina dan sedang dalam pemulihan, menurut kementerian kesehatan Vietnam. Rumah sakit tempat mereka dikarantina juga diisolasi bersama beberapa rumah dan hotel di Hanoi tempat mereka tinggal.
"Perdana Menteri Vietnam Nguyen Xuan Phuc bersumpah menghukum dengan sepatutnya mereka yang gagal mengungkapkan diagnosis virus korona," demikian laporan media pemerintah, seperti dilaporkan AFP, Selasa (10/3/2020).
Dalam pertemuan dengan para pejabat di Hanoi, Nguyen Xuan Phuc mengatakan, "Kita perlu langkah-langkah yang kuat, memadai, dan segera untuk secara efektif menghentikan sumber infeksi."
Pihak berwenang meluncurkan alat online yang agar semua warga bisa menyatakan status kesehatan mereka.
"Mendeklarasikan informasi palsu dapat dikenakan pasal pidana," isi pemberitahuan resmi.
Seorang perempuan berusia 29 tahun dalam penerbangan dari London positif virus korona setelah kembali ke Hanoi dari tur ke Prancis, Italia, dan Inggris.
Dia diyakini menginfeksi bibi dan sopirnya; memicu pihak berwenang mengisolasi beberapa rumah di dekat rumahnya dan rumah sakit swasta tempat dia pertama kali mencari tindakan perawatan.
Pasien lain termasuk warga negara Vietnam, Inggris, Irlandia, dan Meksiko.
Seorang menteri dalam penerbangan yang sama dinyatakan negatif korona, tetapi juga dikarantina selama 14 hari dengan kelompok tersebut.
Kini total ada 30 kasus virus korona, termasuk seorang pria yang kembali dari Korea Selatan. Namun lebih dari 18.600 orang dipantau atau diisolasi sejak awal Februari.
Belum ada ada yang meninggal karena korona di Vietnam.
Editor: Nathania Riris Michico