Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Zelensky Tegaskan Tak Akan Serahkan Wilayah Ukraina ke Rusia demi Gencatan Senjata
Advertisement . Scroll to see content

Polandia Kecam Ukraina gara-gara Puji Tokoh Nazi Stepan Bandera

Selasa, 03 Januari 2023 - 11:31:00 WIB
Polandia Kecam Ukraina gara-gara Puji Tokoh Nazi Stepan Bandera
Logo swastika sebagai salah satu simbol Nazi (ilustrasi). (Foto: Ist.)
Advertisement . Scroll to see content

WARSAWA, iNews.id – Perdana Menteri Polandia, Mateusz Morawiecki, pada Senin (2/1/2023) mengecam Ukraina. Pasalnya, Kiev melalui akun media sosial parlemennya memuji-muji Stepan Bandera, tokoh nasiolis kontoversial Ukraina yang berhaluan Nazi

Morawiecki mengatakan, dia bakal mengingatkan Perdana Menteri Ukraina, Denys Shmyhal, bahwa tindakan semacam itu tidak dapat diterima oleh negaranya.

Pada Minggu (1/1/2023), Verkhovna Rada (Parlemen Ukraina) menerbitkan informasi tentang ulang tahun Bandera di Twitter lembaga legislatif itu. Saat diminta mengomentari hal tersebut, Morawiecki mengatakan, Warsawa sangat mencela pujian atau penyebutan apa pun tentang Bandera dan memandangnya secara negatif.

“Selama percakapan pertama saya dengan Shmyhal, saya akan menyampaikan ini dengan sangat, sangat jelas. Verkhovna Rada mengenang orang yang merupakan ideolog pada era kejahatan,” kata Morawiecki kepada wartawan, seperti dikutip kantor berita Sputnik.

Bandera adalah seorang pemimpin nasionalis Ukraina yang bekerja sama dengan Nazi Jerman selama Perang Dunia II. Sebagai pemimpin Tentara Pemberontak Ukraina (UPA), lelaki itu dinilai bertanggung jawab atas kekejaman massal terhadap warga sipil pada masa itu.

UPA beroperasi terutama di Ukraina bagian barat dan berperang melawan pasukan Uni Soviet. Kelompok pemberontak itu bekerja sama dengan Nazi Jerman. 

Menurut catatan sejarah, UPA memiliki banyak kejahatan, termasuk Pembantaian Volhynia. Dalam peristiwa tersebut, penduduk Polandia yang tinggal di Volhynia dan Galicia dibantai secara massal pada 1943. Sejarawan Polandia menganggap pembantaian itu sebagai genosida dan pembersihan etnik, yang merenggut nyawa hingga 130.000 orang.

Pada 1930-an, Bandera bergabung dengan Organisasi Nasionalis Ukraina (OUN), sebuah persatuan antara kaum nasionalis radikal dan organisasi sayap kanan ekstrem, termasuk Persatuan Fasis Ukraina. OUN memprakarsai kampanye teror di Polandia, termasuk pembunuhan sejumlah politisi terkemuka Polandia, seperti Menteri Dalam Negeri Bronislaw Pieracki, serta tokoh moderat Polandia dan Ukraina, seperti Tadeusz Holowko.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut