Polisi AS Minta Izin Gunakan Robot untuk Bunuh Penjahat
SAN FRANCISCO, iNews.id - Bak film Robocop, robot mungkin akan dimanfaatkan kepolisian di Amerika Serikat (AS) untuk menindak penjahat berbahaya. Departemen Kepolisian San Francisco (SFPD) mengajukan permintaan kepada dewan pengawas pemerintah kota agar boleh mengerahkan robot menindak penjahat yang mengancam nyawa.
Dalam dokumen yang bocor ke publik melalui Mission Local terungkap, SFPD menyatakan robot hanya akan digunakan sebagai pilihan terakhir saat penindakan. Saat ini SFPD telah menggunakan robot untuk pengintaian dan penanganan bom.
"Robot hanya akan digunakan sebagai opsi penggunaan kekuatan mematikan begitu ada risiko mematikan terhadap anggota masyarakat atau petugas," bunyi dokumen.
Dewan pengawas Kota San Francisco awalnya menolak permintaan tersebut.
Canggih, Malaysia Punya Robot Bisa Mainkan Wayang Mirip Dalang
"Robot tidak boleh dimanfaatkan dalam tindak kekerasan terhadap siapa pun," demikian isi pernyataan.
Setelah ditolak, SFPD merevisi isi dokumen dan diajukan kembali ke dewan pengawas kota.
Perusahaan Teknologi di Dunia Sepakat Tak Akan Jadikan Robot untuk Perang
Ketua Komite Peraturan Dewan Pengawas San Francisco Aaron Peskin mengatakan kepada Mission Local, dia akhirnya menyetujui perubahan pada dokumen. Disebutkan, penggunaan robot dibolehkan saat tak ada pilihan lain. Namun permintaan itu masih harus disetujui seluruh anggota dewan pengawas yang akan menggelar sidang pada Selasa pekan depan.
SFPD memiliki 17 robot yang mampu memasuki gedung, menangani bahan berbahaya, meledakkan bom, serta menyurvei area yang sulit dijangkau. Sebenarnya tak satu pun dari robot itu didesain untuk membunuh pelaku kejahatan.
Namun pada 2016, Departemen Kepolisian Dallas menggunakan bahan peledak yang dipasang ke robot penjinak bom dengan tujuan membunuh penembak jitu yang menewaskan lima petugas. SFPD pun mengikuti langkah serupa, memasang bahan peledak pada robot Remotec F5A.
Bukan hanya San Francisco, beberapa kota dan negara bagian lain juga mengajukan permintaan serupa. Bulan lalu, kepolisian Oakland menghapus kalimat serupa yang meminta izin penggunaan robot untuk membunuh pelaku kejahatan.
Editor: Anton Suhartono