Polisi Israel Serang Pelayat, Pemakaman Jurnalis Al Jazeera yang Tewas Ditembak Ricuh
YERUSALEM, iNews.id - Polisi Israel menyerang ribuan pelayat saat prosesi pemakaman Shireen Abu Akleh di Yerusalem Timur. Dia merupakan jurnalis Al Jazeera yang tewas ditembak pasukan Zionis, Rabu (11/5/2022) saat meliput.
Dilansir dari Anadolu, saksi mata mengatakan, polisi Israel menyerang prosesi pemakaman yang dimulai dari rumah sakit Prancis di lingkungan Sheikh Jarrah. Polisi Israel mengepung para pelayat.
Pasukan Zionis melemparkan granat kejut dan menggunakan pentungan untuk menyerang para pengusung jenazah yang membawa peti mati Abu Akleh.
Polisi Israel mengizinkan beberapa orang Palestina untuk mengiringi peti mati Abu Akhleh ke Kota Tua Yerusalem. Dia dimakamkan di Permakaman Protestan Gunung Sion.
Detik-Detik Evakuasi Jurnalis Al Jazeera yang Ditembak Pasukan Israel
Al Jazeera mengatakan, Israel telah memperingatkan saudara laki-laki Abu Akleh untuk membatasi jumlah pelayat. Selain itu, tidak boleh ada bendera Palestina yang dikibarkan maupun slogan yang dinyanyikan.
Al Jazeera pun mengaku mengabaikan peringatan itu. Pasalnya, ribuan orang ingin mencurahkan kesedihan dan kemarahan atas pembunuhan reporter veteran itu.
Jurnalis Al Jazeera Tewas di Tepi Barat, IJTI Ingatkan Kemerdekaan Pers
Dalam video yang ditayangkan oleh Al Jazeera, polisi anti huru hara Israel bergumul dengan pelayat di luar rumah sakit Yerusalem. Mereka menembakkan gas air mata ketika orang-orang mencoba membawa peti matinya di luar rumah sakit Yerusalem, Jumat (13/5/2022).
Pada satu titik, tampak peti mati tampak hampir jatuh ke tanah di tengah huru-hara. Proyektil terlihat terbang di udara saat warga Palestina yang meneriakkan slogan-slogan anti-Israel.
Wartawan veteran Shireen Abu Akleh sedang meliput serangan militer Israel di dekat kamp pengungsi Jenin di Tepi Barat yang diduduki. Namun dia justru ditembak mati pada Rabu (11/5/2022). Pejabat Palestina dan Al Jazeera mengatakan, Abu Akleh menjadi sasaran pasukan Israel.
Editor: Umaya Khusniah