Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Libatkan Ribuan Tenaga Medis, Global Sumud Flotilla Akan Bergerak ke Gaza dari Laut dan Darat
Advertisement . Scroll to see content

Polisi Israel Tangkap Gubernur Yerusalem dari Palestina

Minggu, 25 November 2018 - 18:34:00 WIB
Polisi Israel Tangkap Gubernur Yerusalem dari Palestina
Adnan Gheith (tengah) dibawa ke pengadilan (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

TEPI BARAT, iNews.id - Kepolisian Israel kembali menangkap gubernur Yerusalem dari Palestina, Adnan Gheith, untuk kedua kali. Gheit ditangkap terkait kasus penjualan lahan oleh warga Amerika Serikat (AS) keturunan Palestina.

Juru bicara kepolisian Israel Micky Rosenfeld mengatakan, Gheith ditangkap di Yerusalem timur pada Sabtu (24/11/2018) malam. Dia tak menjelaskan detail penangkapan tersebut.

Dia akan dibawa ke pengadilan Yerusalem hari ini, namun tak menyebutkan tuduhan yang dikenakan. Polisi menyebut, tuduhan terhadap Gheit akan disampaikan ke publik setelah sidang.

Pada 20 Oktober lalu, Gheith ditangkap dan ditahan selama dua hari untuk diperiksa oleh badan keamanan dalam negeri Shin Bet.

"(Terkait) aktivitas ilegal yang dilakukan (pemerintah otoritas Palestina) di Yerusalem," bunyi pernyataan Shin Bet, dikutip dari AFP, Minggu (25/11/2018).

Setelah itu dia kembali dimintai keterangan di kantornya beberapa kali. Kantor gubernur Yerusalem juga digeledah.

Media Israel melaporkan, Gheith dibawa ke pengadilan karena menangkap seorang warga yang menjual lahannya di Yerusalem timur kepada pemukim Yahudi. Penjualan lahan semacam itu dianggap sebagai pengkhianatan di kalangan warga Palestina yang sedang berjuang mempertahankan tanah mereka dari penguasaan pemukim Yahudi.

Surat kabar Israel, Haaretz, melaporkan pria itu merupakan warga AS keturunan Palestina.

Penasihat senior Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) Fuad Hallaq yakin penangkapan ini merupakan bagian dari upaya Israel untuk menekan kepemimpinan Palestina agar membebaskan warga AS tersebut.

Israel menduduki Yerusalem timur dalam perang enam hari pada 1967. Setelah itu mereka mencaplok bagian demi bagian Palestina, langkah yang dikecam komunitas internasional.

Israel menginginkan seluruh Yerusalem timur menjadi ibu kotanya, sementara Palestina mengakuinya sebagai ibu kota masa depan.

Saat ini aktivitas Pemerintah Otoritas Palestina di Yerusalem dibatasi oleh Israel. Pemerintah Otoritas memiliki menteri urusan Yerusalem dan gubernur Yerusalem yang berkantor di Al Ram, bersebelahan dengan tembok pemisah Israel di daerah pendudukan Tepi Barat.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut