Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Drone Kamikaze Rusia Hantam Bus Pekerja Tambang Ukraina, 15 Orang Tewas
Advertisement . Scroll to see content

Politikus Rusia Pengkritik Putin Divonis 25 Tahun Penjara, Inggris dan AS Bereaksi 

Senin, 17 April 2023 - 17:39:00 WIB
Politikus Rusia Pengkritik Putin Divonis 25 Tahun Penjara, Inggris dan AS Bereaksi 
Vladimir Kara-Murza (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

MOSKOW, iNews.id - Vladimir Kara-Murza, politikus oposisi Rusia yang kerap mengkritik Presiden Vladimir Putin divonis hukuman penjara 25 tahun oleh Pengadilan Moskow, Senin (17/4/2023). Murza dinyatakan bersalah atas tuduhan berkhianat serta pelanggaran lainnya.

Pria 41 tahun yang juga menyandang kewarganegaraan Inggris itu menjadi orang yang dijatuhi hukuman terberat sejak Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari 2022.

Murza diketahui menjadi penentang Putin sejak lama. Bahkan dia melobi pemerintahan negara Barat agar menjatuhkan sanksi terhadap Rusia maupun individu atas tuduhan pelanggaran HAM.

Jaksa Penuntut menuduhnya berkhianat serta mendiskreditkan militer Rusia. Dia mengkritik keras operasi militer khusus Rusia ke Ukraina.

Sementara itu setelah mendengar vonis, meneriakkan yel-yel "Rusia akan terbebaskan", slogan yang biasa didengengungkan kubu oposisi Rusia.

Dalam wawancaranya kepada CNN yang disiarkan beberapa jam sebelum penangkapan, Murza menyebut Rusia dijalankan oleh rezim pembunuh.

Selain itu pada beberapa kesempatan pidato di Amerika Serikat dan negara Eropa, dia menuduh Rusia sengaja mengebom target sipil di Ukraina.

Dalam pidato terakhirnya di pengadilan pekan lalu, Murza membandingkan persidangannya, yang dugelar tertutup, dengan persidangan Josef Stalin pada 1930-an. Dia menolak untuk meminta pengadilan membebaskannya dengan mengatakan bangga dengan semua yang dia katakan.

"Penjahat seharusnya bertobat dari apa yang telah mereka lakukan. Sebaliknya, saya dipenjara karena pandangan politik. Saya juga tahu bahwa hari itu akan tiba ketika kegelapan di negara kita akan menghilang," katanya.

Sementara itu, Pemerintah Inggris memanggil Duta Besar Rusia di London untuk menyampaikan protes atas vonis Murza yang bermotif politik.

Di Moskow, Duta Besar Inggris Deborah Bronnert mengatakan Murza dihukum karena dengan berani menentang perang Rusia di Ukraina. Dia juga menuntut agar Murza segera dibebaskan.

Duta Besar AS di Moskow Lynne Tracy mengatakan, hukuman Murza adalah upaya untuk membungkam perbedaan pendapat.

"Kriminalisasi kritik terhadap tindakan pemerintah adalah tanda kelemahan, bukan kekuatan," kata Tracy.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut