Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Posting-an Video Barack Obama Bertubuh Monyet, Trump: Bukan Salah Saya!
Advertisement . Scroll to see content

Prancis, Rusia, dan AS: Hentikan Permusuhan Armenia dan Azerbaijan!

Kamis, 01 Oktober 2020 - 20:05:00 WIB
Prancis, Rusia, dan AS: Hentikan Permusuhan Armenia dan Azerbaijan!
Seorang warga Nagorno-Karabakh menunjukkan puing-puing roket yang ditembakkan ke rumah saudaranya (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

PARIS, iNews.id - Presiden Prancis Emmanuel Macron, Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Kamis (1/10/2020), menyampaikan pernyataan bersama terkait konflik Armenia dan Azerbaijan.

Mereka menyerukan gencatan senjata di wilayah pertempuran Nagorno-Karabakh serta mendesak Armenia dan Azerbaijan berkomitmen melakukan pembicaraan tanpa syarat dan ditunda-tunda.

"Kami menyerukan penghentian segera permusuhan antara pasukan militer terkait," kata Macron, Putin, dan Trump, dalam sebuah pernyataan bersama yang dirilis Istana Elysee, dikutip dari AFP.

"Kami juga menyerukan para pemimpin Armenia dan Azerbaijan untuk berkomitmen melanjutkan perundingan substantif tanpa penundaan ," kata para pemimpin.

Prancis, AS, dan Rusia menjadi ketua bersama Minsk Group yang difasilitasi Organisasi Kerja Sama Keamanan Eropa (OCSE) dan dibentuk pada 1992.

Pernyataan tersebut juga mengungkap, pembicaraan damai harus disertai dengan iktikad baik, tanpa prasyarat, serta dilakukan di bawah naungan ketua bersama OSCE Minsk Group.

Minsk Group sudah beberapa mengawasi pertemuan puncak pemimpin Armenia dan Azerbaijan namun gagal mencapai penyelesaian konflik yang langgeng.

Bentrokan terbaru ini merupakan yang paling berdarah dan sengit sejak beberapa tahun terakhir dan sudah memasuki hari kelima pada Kamis. Sejauh ini korban tewas dari kedua pihak mendekati 130 orang.

Deklarasi kemerdekaan Karabakh dari Azerbaijan oleh separatis Armenia memicu perang di awal 1990-an yang merenggut 30.000 nyawa. Nagorno-Karabakh belum diakui sebagai negara merdeka oleh negara mana pun, termasuk Armenia.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut