Prancis Sebut AS Mengasingkan Diri dalam Proses Perdamaian Timteng

Anton Suhartono ยท Jumat, 08 Desember 2017 - 16:33 WIB
Prancis Sebut AS Mengasingkan Diri dalam Proses Perdamaian Timteng

Menlu Prancis Yves le Drian (Foto: Reuters)

PARIS, iNews.id – Kementerian Luar Negeri Prancis menyatakan pengakuan sepihak Amerika Serikat (AS) bahwa Yerusalem merupakan ibu kota Israel sama saja memberikan sinyal bahwa negara itu menarik diri sebagai mediator perjanjian damai di Timur Tengah.

"Saya dengar, termasuk juga Tillerson (Menlu AS), mengatakan bahwa akan terjadi sesuatu dalam negosiasi. Sampai saat ini, dia (AS) bisa saja mengambil peran sebagai mediator dalam konflik, tapi dia sudah mengecualikan dirinya sedikit. Realitasnya adalah, mereka sekarang sendirian dan terisolasi di isu ini," kata Menlu Prancis, Yves Le Drian, kepada stasiun radio France Inter, yang dikutip kembali oleh Reuters, Jumat (8/12/2017).

Menlu AS Rex Tillerson saat ini juga berada di Prancis untuk menghadiri pertemuan internasional membahas Lebanon. Dia akan bertemu dengan Le Drian.

Belum diketahui apa saja yang akan mereka bahas, tapi kemungkinan isu Yerusalem akan dibicarakan pula.

Uni Eropa dan negara-negara Eropa menilai pengakuan sepihak AS bahwa Yerusalem merupakan ibu kota Israel melanggar beberapa kesepakatan internasional, seperti resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB. Status Yerusalem seharusnya dibahas antara Israel dan Palestina.

Yerusalem merupakan jantung dari proses damai menuju ke solusi dua negara. Namun pengakuan sepihak ini seperti merusak kesepakatan yang sudah dibangun sejak lama.


Editor : Anton Suhartono