Presiden Iran Instruksikan Mulai Negosiasi Nuklir dengan AS Segera
TEHERAN, iNews.id - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menginstruksikan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi segera mewujudkan negosiasi nuklir dengan Amerika Serikat (AS). Namun negosiasi harus didasarkan pada keadilan dan kesetaraan, bukan ancaman.
Selain itu negosiasi harus didasarkan pada prinsip-prinsip martabat, kehati-hatian, dan kemanfaatan.
Menurut Pezeshkian, arahan tersebut dikeluarkan karena ada permintaan dari negara-negara di kawasan yang mendesak Iran untuk merespons proposal Presiden Donald Trump untuk segera menerima permintaan negosiasi.
Namun dia menekankan, setiap negosiasi membutuhkan lingkungan yang bebas dari ancaman serta tuntutan tidak masuk akal.
Khamenei Sebut AS Serang Iran karena Ingin Kuasai Minyak dan Gas
"(Negosiasi harus berlangsung) Dalam kerangka kepentingan nasional kita,” tulisnya, dalam pernyataan di media sosial X.
Beberapa media Iran pada Senin ramai melaporkan, Pezeshkian telah memerintahkan dimulainya kembali negosiasi nuklir dengan AS. Negosiasi terhenti setelah perang 12 hari dengan Israel pada Juni 2025.
Setelah Iran, Giliran Israel dan AS Gelar Latihan Perang di Laut Merah
Laporan tersebut mengungkap, pembicaraan bisa segera dimulai kembali di level menlu. Araghchi akan diutus untuk bertemu utusan AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff.
Perkembangan ini terjadi di tengah meningkatnya aktivitas diplomatik, beberapa negara regional, termasuk Turki, dilaporkan berupaya meredakan ketegangan antara Iran dan AS.
Ketegangan semakin meningkat setelah Presiden Trump mengatakan bahwa armada militer AS sedang menuju ke wilayah tersebut.
Editor: Anton Suhartono