Presiden Iran Terpilih Ebrahim Raisi Sebut Amerika, Begini Tanggapan Gedung Putih
WASHINGTON, iNews.id - Amerika Serikat menanggapi pernyataan Presiden Iran terpilih Ebrahim Raisi yang menyebut negara itu dalam kebijkan luar negeri prioritasnya setelah menjabat pada 3 Agustus, menggantikan Hassan Rouhani.
Dakam konferensi pers pertamanya pada Senin (21/6/2021), Raisi mengatakan siap kembali ke kesepakatan nuklir 2015, namun dia menolak bertemu dengan Presiden Joe Biden.
AS keluar dari kesepakatan nuklir Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) pada 2018 di bawah kepemimpinan presiden Donald Trump, sementara Biden mengupayakan agar negaranya kembali ke kesepakatan.
Juru Bicara Gedung Putih Jen Psaki mengatakan, Biden tak punya rencana untuk bertemu Raisi.
Xi Jinping Beri Selamat Presiden Terpilih Iran Ebrahim Raisi: China Siap Bekerja Sama
Dia menilai Iran tak akan banyak berubah di bawah kepemimpinan Raisi karena pada hakikatnya pemegang kendali pemerintahan berada di tangan Pemimpin Tertinggi Ayatolah Ali Khamenei. Raisi diketahui sekutu dekat Khamenei.
Ebrahim Raisi Terpilih Jadi Presiden Iran, Begini Tanggapan PM Israel
"Kami saat ini tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Iran atau rencana untuk bertemu di tingkat pemimpin. Pandangan kami adalah bahwa pengambil keputusan di sana adalah Pemimpin Tertinggi (Khamenei)," kata Psaki, dikutip dari Reuters, Selasa (22/6/2021).
Dia menambahkan, pembicaraan untuk kembali ke kesepakatan JCPOA di Wina, Austria, telah menyelesaikan putaran keenam. Pembicaraan itu bertujuan mengetahui bagaimana Iran dan AS bisa kembali mematuhi kesepakatan nuklir 2015.
AS, kata Psaki, masih mengamati ke mana arah pembicaraan tersebut. Menurut dia tak bisa diprediksi kapan atau apakah kesepakatan akan dicapai atau tidak.
Editor: Anton Suhartono