Presiden Kroasia Sebut Krimea Tak Akan Pernah Kembali ke Ukraina, Kiev Murka
KIEV, iNews.id – Kementerian Luar Negeri Ukraina mengecam pernyataan Presiden Kroasia, Zoran Milanovic, baru-baru ini tentang Krimea. Menurut sang presiden, Krimea tidak akan pernah kembali lagi ke bawah kendali Ukraina.
“Kami menganggap pernyataan presiden Kroasia tidak dapat diterima, yang secara efektif meragukan integritas teritorial Ukraina,” ungkap Juru Bicara Kemlu Ukraina, Oleg Nikolenko, lewat unggahan di Facebook pada Selasa (31/1/2023).
Rusia merebut Krimea dari Ukraina pada 2014. Sejak itu, wilayah semenanjung yang berada di Laut Hitam tersebut terus berada di bawah kendali Moskow.
Dalam pidatonya pada Senin (30/1/2023), Milanovic mengungkapkan keberatannya atas keputusan Kroasia memberikan bantuan militer kepada Kiev. Dia juga menyampaikan pandangannya soal nasib Krimea pada kesempatan itu.
“Jelas Krimea tidak akan pernah lagi menjadi bagian dari Ukraina,” ujar Milanovic, kemarin.
Pada Desember, Parlemen Kroasia menolak RUU yang diajukan oleh pemerintah terkait rencana Zagreb bergabung dengan misi Uni Eropa untuk mendukung militer Ukraina. Penolakan RUU itu mencerminkan perpecahan yang tajam antara Milanovic dan Perdana Menteri Kroasia, Andrej Plenkovic.
Milanovic memang dikenal sebagai pengkritik yang vokal atas berbagai kebijakan Barat di Ukraina. Sang presiden mengatakan bahwa dia tidak ingin negaranya menghadapi konsekuensi yang berpotensi menjadi bencana atas agresi militer Rusia di Ukraina.
Menurut dia, tindakan Barat terhadap Ukraina sangat tidak bermoral karena tidak ada solusi untuk mengakhiri perang. Dia menambahkan, pengiriman tank-tank Jerman ke Ukraina hanya akan mendorong Rusia menjadi lebih dekat ke China.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, telah bersumpah untuk mengembalikan kekuasaan Kiev atas Krimea.
Editor: Ahmad Islamy Jamil